Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi isu reshuffle besar-besaran Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Menurut Rocky, langkah reshuffle hampir pasti terjadi karena Presiden perlu mengembalikan kepercayaan publik dan waktunya sudah semakin sempit.
"Pasti terjadi itu. Tidak ada kesempatan lagi Presiden untuk membujuk publik percaya pada dia. Pertama karena fakta-fakta yang tadinya tersembunyi mulai terbuka tadi bahwa Presiden tidak melindungi maka dia akan lanjutkan lagi itu kan," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (11/8).
Rocky menilai Prabowo akan mengganti jajaran kabinet yang dianggap sebagai “musuh publik”. Bahkan, menurutnya, orang-orang terdekat presiden pun sudah mulai diganti.
"Jadi kalau bahkan orang-orang terdekat presiden dia ganti, apalagi orang-orang yang secara intuisi dia tahu sebagai public enemy itu maka dia pasti ganti," jelasnya.
Namun, Rocky menekankan reshuffle tidak mungkin dilakukan sekaligus karena akan mengganggu jalannya pemerintahan. Ia memperkirakan pergantian akan dilakukan bertahap.
"Jadi pasti dicicil tuh. Jadi tetap dia sifatnya radical break tetapi gradual. Minggu depan dua orang, minggu depan lagi empat sampai akhirnya Oktober gitu kira-kia," tandasnya.
Baca Juga: Soal Reshuffle Kabinet, Prabowo Disebut Belum Berencana
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana reshuffle. Jika pun ada perubahan, fokus utamanya bukan mengganti menteri, melainkan mengisi posisi yang sedang kosong.
"Sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Sekali lagi kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas," ucap Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).






Komentar (0)