Lahan di Pinggir Jalan Tol Lampung Mengering, Waspadai Kebakaran dari Puntung Rokok

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Kemarau panjang membuat lahan di sekitar Jalan Tol Trans-Sumatera di Lampung mengering dan menjadi salah satu titik rawan kebakaran. Pengendara diminta tak membuang puntung rokok keluar untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan di sepanjang ruas jalan tol. Pengelola jalan tol berpatroli rutin dan memasang kamera pemantau selama 24 jam.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, sepanjang 2026, pihaknya sudah 28 kali menangani insiden kebakaran lahan di wilayah Lampung Selatan. Sebagian besar area terbakar merupakan semak belukar ataupun kebun kosong yang sering ditinggal oleh pemiliknya.

Menurut dia, salah satu lokasi yang rawan terbakar adalah lahan kering di sepanjang Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Rully menyebut, insiden kebakaran lahan di dekat ruas tol sudah dua kali terjadi, tepatnya di Kilometer 22+200 Kecamatan Bakauheni dan Kilometer 80+400 di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

”Kebakaran lahan terjadi selama kemarau panjang beberapa bulan terakhir,” ucap Rully saat dikonfirmasi dari Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).

Sementara itu, analis dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Muhammad Faresha Revanza, mengatakan, panas terik selama musim kemarau membuat area perkebunan ataupun semak belukar mengering sehingga mudah terbakar saat ada percikan api.

”Pemicu kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, antara lain pembukaan lahan hingga faktor kelalaian manusia saat membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan,” kata Faresha.  

Dia mengatakan, seluruh wilayah Lampung memang masuk zona rawan kebakaran dengan kategori menangah hingga tinggi. Karena itu, BPBD terus memantau titik panas setiap hari dan mengecek situasi di lapangan.

Dari laporan 13 kejadian kebakaran yang diterima BPBD Lampung, total luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 20 hektar. Area terbakar yang dilaporkan itu hanya mencakup lahan di luar kawasan hutan.

Baca JugaKebakaran Lahan di Lampung Dipicu Pembukaan Kebun hingga Puntung Rokok
Perkuat mitigasi    

Untuk mencegah kebakaran lahan di sekitar area jalan tol, pengelola Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar juga memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan. Kebakaran lahan di dekat jalan tol perlu diantisipasi karena dapat mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll Charles Giroth mengatakan, upaya pencegahan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pihaknya menerjunkan petugas patroli di lapangan untuk menyisir area ruang milik jalan, median jalan, serta titik-titik yang rawan terbakar di sekitar jalan tol.

Petugas juga mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan tol agar tidak membakar sampah ataupun membuang puntung rokok sembarangan di dekat jalan tol.   

Charles menambahkan, pihaknya mengoptimalkan peran Tim Sentra Komunikasi yang melakukan pemantauan kondisi ruas jalan tol melalui kamera pemantau (CCTV). Pemantauan tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini untuk mengidentifikasi berbagai potensi gangguan, termasuk indikasi kebakaran lahan di sekitar ruas jalan tol.

Dengan dukungan pemantauan CCTV dan patroli lapangan, setiap indikasi gangguan yang ditemukan dapat segera diteruskan kepada petugas terkait untuk dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Pihaknya juga memberikan imbauan melalui pengeras suara di setiap gerbang tol dan rest area dan juga layar variable message sign (VMS) di sepanjang ruas jalan tol.   

”Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Karena itu, mitigasi kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan melalui CCTV selama 24 jam, patroli lapangan, hingga sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalan tol,” katanya. Pihaknya juga terus mengingatkan pengguna jalan melalui pengeras suara di setiap gerbang tol dan rest area, juga layar VMS di sepanjang ruas jalan tol agar tidak membuang puntung rokok dan sumber api lainnya sembarangan.

Upaya pencegahan kebakaran memang membutuhkan kerja sama semua pihak. Untuk itu, pihaknya memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, BPBD, dinas pemadam kebakaran, serta instansi terkait lainnya, dalam menghadapi potensi kebakaran ataupun kondisi darurat di sekitar ruas jalan tol.

”Kami mengajak masyarakat dan seluruh pengguna jalan untuk turut menjaga lingkungan di sekitar ruas tol. Jika menemukan indikasi kebakaran atau potensi gangguan lainnya, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tambahnya.

Charles memastikan kesiapsiagaan personel operasional serta peralatan pendukung penanganan keadaan darurat dalam kondisi siap digunakan. Saat terjadi kondisi darurat, tim akan langsung bergerak untuk melakukan penanganan di lapangan.

Baca JugaTitik Panas Terus Bermunculan di Lampung, Ancaman Karhutla Meluas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Tata Kelola dan Persaingan Sehat, Avian Ikuti Program Kepatuhan KPPU
• 3 jam lalu
0
thumb
Imma Do Great Basketball Bawa 12 Pebasket Putri Indonesia Tampil di Berlin
• 19 jam lalu
0
thumb
Mulai 17 Agustus 2026, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari
• 11 jam lalu
0
thumb
Pasukan pemerintah Yaman serang posisi Houthi di Provinsi Taizz
• 14 jam lalu
0
thumb
Hasil Olah TKP Penembakan di Pintu Masuk FBLB, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan 2 Anggota KKB
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.