Bansos di 143 Daerah Mulai Pakai Sistem Digital, Begini Skemanya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Fakta Sidang MK: Bantuan Pangan RI Kalah dari Singapura & Malaysia/ Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, pemerintah akan mulai menerapkan penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos) menggunakan sistem e-governement pada bulan ini.

Ia mengatakan, penerapan e-government untuk Perlinsos di 143 kabupaten/kota pada Agustus akan menyasar daerah yang telah sesuai dengan kriteria, antara lain memiliki infrastruktur internet yang memadai, Dinas Dukcapil yang responsif, serta dukungan dari kepala daerah.


Baca: Jumlah Penduduk RI Tembus 290 Juta, Bertambah Hampir 1,4 Juta Jiwa

"Tahap pertamanya e-government ini, kita mau menyasar dulu masalah bantuan sosial, supaya bantuan sosial ini tepat sasaran diintegrasikan dari data Dukcapil yang punya face recognition dan fingerprint, dan retina mata," kata Tito dikutip dari keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Tito mengatakan, sistem e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ini akan mulai diterapkan setelah mempertimbangkan keberhasilan pilot project program perlindungan sosial (Perlinsos) di Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan hasil pilot project per 30 Juni 2026, dari 323.339 kepala keluarga (KK) pendaftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sebanyak 45,2% diidentifikasi berpotensi layak menerima bantuan, sedangkan sisanya berpotensi tidak layak.

Sementara itu, dari 290.967 KK pendaftar Program Keluarga Harapan (PKH), sebanyak 31,2% berpotensi layak dan 68,4% berpotensi tidak layak.

Dalam pelaksanaan e-government, Tito menjelaskan, data Dukcapil diintegrasikan dengan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mengetahui apakah calon penerima bantuan sosial memiliki aset tanah.

Data tersebut juga dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei door to door.

Selain itu, data Dukcapil turut diintegrasikan dengan data kepolisian, khususnya Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), guna memastikan kepemilikan kendaraan calon penerima bantuan.

"Ada beberapa kementerian bergabung menjadi satu, tapi data yang dipakai awal, itu adalah data perorangan yang ada di Dukcapil," tegas Tito.

Ia menambahkan, integrasi data antarkementerian dan lembaga tersebut akan menghasilkan data yang lebih akurat sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.

Baca: Mendagri: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Bansos Tepat Sasaran

"Ya kalau seandainya jatuh ke tangan yang enggak berhak, sayang dan menimbulkan kecemburuan sosial dari mereka yang enggak dapat, tapi mereka susah," tuturnya.

Tito mengatakan, proses uji coba pelaksanaan e-government untuk penyaluran program perlinsos ini juga tidak hanya di lakukan di Kabupaten Banyuwangi, melainkan juga sudah diimplementasikan di Kabupaten Gianyar, Bali.

Berdasarkan hasil pemantauan, sistem tersebut menurut Tito mampu menghasilkan data yang akurat, real-time, dan transparan.

"Kalau jatuh ke tangan orang yang benar, bansos itu efektif, efisien membantu masyarakat apalagi di tengah tekanan ekonomi saat ini," ujar Tito.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemerintah Siap Gelontorkan Bansos Beras Senilai Rp 17,52 T

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kota Makassar Jadi Percontohan Nasional, Dua Kelurahan Ditetapkan sebagai Binaan Sadar HAM
• 16 jam lalu
0
thumb
KPK Fokus Telusuri Aliran Uang Kasus Bank BJB ke Lisa Mariana
• 3 jam lalu
0
thumb
LPS: Tingkat Literasi Soal Penjaminan Polis Asuransi Masih Rendah, Hanya 12,4%
• 14 jam lalu
0
thumb
Kepercayaan Publik Jadi Penentu Persaingan Fintech Investasi, Ini Hasil Survei Nasional
• 11 jam lalu
0
thumb
Tottenham Hotspur perpanjang kontrak Micky van de Ven
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.