Meta Rilis Muse Glimmer, Model AI yang Bisa Berjalan Tanpa Internet

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Meta merilis model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Muse Glimmer. Model ini memiliki kemampuan menjalankan AI langsung di komputer pengguna tanpa harus terhubung ke internet.

Muse Glimmer merupakan model berstatus open-weight yang ditujukan untuk menjalankan agen AI secara lokal. Artinya, pemrosesan tugas dilakukan di perangkat pengguna, bukan dikirim terlebih dahulu ke server cloud milik perusahaan.

Kemampuan tersebut membuat Muse Glimmer dapat digunakan untuk menangani sejumlah pekerjaan meski perangkat sedang tidak terhubung ke internet. Model ini dirancang untuk berjalan pada Mac atau PC dengan satu kartu grafis (GPU) kelas konsumen.

AI Bisa Berjalan Tanpa Internet

Salah satu keunggulan utama Muse Glimmer adalah kemampuannya beroperasi secara lokal. Pengguna tidak perlu terus-menerus mengandalkan koneksi internet untuk menjalankan model setelah memasangnya di perangkat.

Model ini dapat menerima input berupa teks dan gambar. Meta juga menyebut Muse Glimmer telah dilatih menggunakan lebih dari 100 bahasa.

Pemrosesan secara lokal juga dapat memberikan keuntungan dari sisi privasi. Data seperti dokumen pribadi, jadwal, atau berkas yang sedang diproses tidak harus dikirim ke server cloud untuk menjalankan tugas AI.

Pendekatan ini memungkinkan Muse Glimmer digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyusun draf pesan, mengelola jadwal, hingga mengatur berkas yang tersimpan di komputer.

Model AI Open-Weight

Muse Glimmer dikembangkan sebagai versi terbuka dari Muse Spark, model AI milik Meta yang diperkenalkan pada April. Muse Glimmer menggunakan lisensi Apache 2.0 sehingga pengembang dapat mengunduh, memodifikasi, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka.

Kemampuan menjalankan model secara lokal juga membuka peluang bagi pengembang untuk membuat aplikasi AI yang tidak bergantung sepenuhnya pada layanan cloud.

Meta sebelumnya telah mendorong pengembangan AI dengan pendekatan open-weight. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut menilai model AI yang lebih terbuka dapat memberi kesempatan kepada lebih banyak pengembang untuk mengembangkan teknologi dan aplikasi mereka sendiri.

Namun, Meta tetap mempertahankan Muse Spark sebagai model dengan akses terbatas. Dengan demikian, Muse Glimmer menjadi opsi yang lebih ringan dan dapat dijalankan langsung di perangkat pengguna, sementara model AI dengan kemampuan lebih besar tetap berada di infrastruktur Meta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia Barat, Sejumlah Warga Terluka
• 14 jam lalu
0
thumb
Foto: Periksa Tas Siswa di Bangkok Usai Penembakan Massal
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Bakal Terbitkan Perpres Ojol Sebelum HUT Ke-81 RI
• 15 jam lalu
0
thumb
Bertahun-tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Bocah Ini Akhirnya Berani Cerita ke Guru
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebun Raya Bogor Hadirkan Wisata Edukasi Berbasis Pengalaman
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.