Drag Race Maut di Kotamobagu

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kejuaraan drag race di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berujung maut. Kecelakaan terjadi saat perlombaan berlangsung pada Minggu (9/8) sore. Belasan orang dilaporkan menjadi korban, delapan di antaranya meninggal dunia.

Drag race tersebut digelar di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu. Kejuaraan itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Informasi yang dihimpun, perlombaan awalnya berjalan normal. Sejumlah warga juga memadati area sekitar lintasan untuk menyaksikan balapan.

Namun, kecelakaan terjadi setelah salah satu peserta yang mengendarai Honda Jazz dari kelas Free For All (FFA) melewati garis finis.

Mobil tersebut diduga melaju kencang dan pengemudinya tidak mampu mengendalikan kendaraan. Mobil kemudian keluar dari lintasan dan menabrak sejumlah penonton yang berada di sisi jalan.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan membenarkan adanya kecelakaan saat kejuaraan drag race di Kotamobagu. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah korban.

"Iya benar telah terjadi kecelakaan saat drag race di Kotamobagu. Tapi, nanti jelasnya Pak Kapolres ya yang sampaikan karena beliau paling tahu," kata Alamsyah kepada kumparan.

Polisi Selidiki

Polisi menyelidiki kecelakaan mobil dalam ajang drag race yang menabrak kerumunan penonton di tersebut.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

"Penyidik masih memeriksa saksi, mengumpulkan rekaman video, serta mendalami kondisi kendaraan dan pelaksanaan perlombaan," ungkap Luster kepada wartawan, Senin (10/8).

8 Orang Tewas, 9 Terluka

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Roycke Harry Langie, menyebut sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden maut kejuaraan drag race tersebut.

"Korban ada 17 orang. 8 orang di antaranya itu meninggal dunia dan 8 lainnya luka-luka harus dirawat intensif. Sementara satu orang luka ringan," kata Irjen Pol Roycke kepada wartawan saat membesuk korban di rumah sakit.

Roycke tidak merinci identitas para korban, baik yang dirawat maupun meninggal. Tapi, kata dia, pemerintah dan TNI-Polri telah bekerja sangat baik dalam menanggapi insiden kecelakaan ini.

Bahkan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri telah mengunjungi setiap rumah duka masing-masing korban yang meninggal dunia sejak tadi malam.

Para korban tewas, yakni Harianti Mokoginta, Nilawati Mokodongan, Lisma Mokoginta, Ali Ponamon, Risna Longkun, Biyo Mokoagow, dan Rugaina Menangin, dan Ali Jojang.

Pembalap Berpotensi Jadi Tersangka

Irjen Roycke menyebut, pembalap drag race yang menabrak kerumunan penonton itu berpotensi menjadi tersangka. Ia mengungkapkan bahwa tim penyidik telah bekerja keras sejak kejadian. Sekitar lima orang, termasuk pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan, telah diperiksa.

"Pengemudi tentu berpotensi kuat menjadi tersangka karena unsur kealpaan atau kelalaian. Mengenai pihak penyelenggara atau panitia, semua pihak akan kita periksa alurnya, apakah prosedur dan mekanismenya diikuti atau tidak," tegas Roycke.

Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Namun, jika ditemukan bukti kuat adanya perbuatan melawan hukum, penegakan hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Siapa Penikmat Beras Mahal?
• 6 jam lalu
0
thumb
Dailami Mendorong Pemprov DKI Perkuat Fiskal Usai DBH Dipotong Rp15 Triliun
• 3 jam lalu
0
thumb
Fenomena Cerai Gugat di Kediri: Dari Jeratan Ekonomi hingga Anak Jadi Taruhan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kata-Kata Hari ini dari Amien Rais untuk Prabowo: Jadi Presiden Jangan Kementus, Jangan Sombong Nanti Ditinggal Rakyatnya
• 3 jam lalu
0
thumb
Dari Garasi Sempit hingga Melantai di Bursa Saham, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Kenang Perjuangan Masa Lalu
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.