jpnn.com, TANJUNG PINANG - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang Fazzli menyebutkan empat korban dinyatakan hilang dalam kecelakaan kapal di Perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan.
Fazzli mengatakan dari informasi yang diterima pihaknya, kecelakaan laut tersebut melibatkan sebuah kapal kayu KM Putra Buluh dengan kapal kargo di sekitar Perairan Pulau Pengikik.
BACA JUGA: Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
"Informasi ini diterima melalui Com Center SAR Tanjungpinang, dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri," kata Fazzli dalam keterangannya di Tanjungpinang, Senin malam.
Fazzli menjelaskan kronologi kejadian bermula saat KM Putra Buluh dengan penumpang sebanyak lima orang berangkat dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Senin (3/8) Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, menuju perairan sekitar Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas memancing.
BACA JUGA: Marak Kecelakaan Kapal, Puan: Masih Ada Persoalan Serius di Dunia Transportasi Laut
Kapal kemudian sudah berada di lokasi tujuan tersebut sejak Selasa (4/8) hingga Jumat (7/8).
Selanjutnya, pada Sabtu (8/8), sekitar pukul 02.00 WIB, KM Putra Buluh dilaporkan ditabrak sebuah kapal kargo yang berlayar menuju Kalimantan.
BACA JUGA: Korban Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa Dipastikan Menerima Pelayanan Maksimal
"Akibat kejadian ini, KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian," ungkap Fazzli.
Lanjut Fazzli salah seorang korban atas Khairul (30 tahun) berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Korban kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.
Sementara empat orang lainnya hingga Senin (10/8) masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, yaitu Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Fazzli mengatakan Kantor SAR Tanjungpinang telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepri, Kantor SAR Pangkalpinang, serta pihak pemilik kapal.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Pontianak terkait kemungkinan pergerakan dan dukungan unsur Kapal Negara (KN) SAR dalam pelaksanaan operasi pencarian para korban.
"Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan informasi guna mendukung upaya pencarian terhadap empat korban yang masih dinyatakan hilang," pungkas Fazzli. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Masih Mencocokan Data Penumpang Kapal Feri yang Terbakar di Jatim
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)