Demi Kesuksesan MBG, Misbakhun Manfaatkan Reses untuk Serap Aspirasi Mitra SPPG

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - PROBOLINGGO - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berdialog dengan para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (10/8).

Dialog bertitel Serap Aspirasi itu merupakan bagian dari kegiatan Reses Masa Persidangan V DPR Tahun Sidang 2025-2026. Selain diikuti para mitra SPPG, Serap Aspirasi itu juga dihadiri Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi (Gapembi) Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman.

BACA JUGA: Sosialisasikan Akuntabilitas Keuangan Negara, Misbakhun Tekankan soal Orientasi Kesejahteraan Rakyat

Misbakhun dalam kesempatan itu meminta para mitra SPPG tetap bersemangat menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  Legislator Partai Golkar itu menyatakan bahwa evaluasi dan perbaikan MBG bukan berarti program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut dihentikan.

“Pemerintah memutuskan ada perbaikan, tetapi tidak akan menutup Program MBG karena ini adalah janji kampanye Bapak Presiden Prabowo,” ujar Misbakhun.

BACA JUGA: Misbakhun: Angka TKD 2027 Belum Final, Aspirasi Daerah Tetap Jadi Perhatian

Dia memahami banyak pengusaha mitra SPPG telah mengorbankan berbagai hal saat MBG masih dalam tahap awal-awal pelaksanaan. Namun, ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu menyebut MBG sebagai program besar berskala nasional tentu membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan.

“Ini kebijakan publik yang menggunakan uang negara, APBN, sehingga tata kelolanya harus diatur, transparan, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan standar serta prosedur yang jelas,” ungkapnya.

BACA JUGA: Komisi XI DPR Bahas Formulasi TKD, Misbakhun Usahakan Hak Daerah tak Dipangkas

Misbakhun mengatakan bahwa upaya pemerintah memperbaiki tata kelola MBG harus dipahami sebagai bagian dari proses membangun sistem yang lebih baik. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Jatim itu pun mendorong para mitra SPPG tetap mengikuti proses perbaikan tersebut.

Politikus yang getol membela kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo itu juga meminta para mitra SPPG tidak terlalu khawatir soal kelanjutan MBG. Misbakhun menegaskan MBG merupakan program mulia.

Secara khusus, Misbakhun juga menyinggung soal pengalaman dan energi besar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono untuk memperbaiki MBG. “Upaya-upaya perbaikan, meningkatkan standardisasi, mengubah tata kelola dan sebagainya, saya minta tolong diikuti dengan baik. Ini adalah semangat upaya perbaikan,” katanya.

Oleh karena itu, Misbakhun mendorong para mitra SPPG tetap berkomitmen mengikuti setiap pembenahan tata kelola yang dilakukan pemerintah. Harapannya, MBG makin tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bapak dan Ibu sekalian telah melakukan sebagian dari tugas mulia yang dibebankan oleh negara. Program ini harus kita kuatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ungkap Misbakhun pada kesempatan tersebut.

Misbakhun pun mengapresiasi para mitra SPPG yang selama ini telah terlibat dalam penyediaan menu untuk MBG. Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar itu menilai para mitra SPPG telah terlibat dalam misi besar negara untuk membentuk generasi berkecukupan gizi demi masa depan Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang sebagai pengusaha bersedia menginisiasi dan terlibat dalam upaya besar negara yang menjadi visi dan misi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memutus mata rantai kekurangan gizi anak-anak di Indonesia,” katanya.

Menurut Misbakhun, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kebutuhan mendasar agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara dengan perekonomian besar. Penyandang gelar doktor ilmu ekonomi itu menyebut kebijakan pemenuhan gizi berkorelasi dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20.

“Kalau kita sudah menjadi bagian dari G20, kita bukan lagi hanya bersaing dengan Vietnam atau Malaysia. Kita bersaing dengan Jepang, Amerika, China dan negara-negara besar lainnya. Karena itu generasi kita ke depan harus memiliki kualitas fisik dan kemampuan intelektual yang memadai,” katanya. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Israel Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian di Gaza, Hamas Tegaskan Komitmen
• 16 jam lalu
0
thumb
Komandan Drone Ukraina: Serangan ke Krimea Bisa 7 Kali Lebih Banyak jika Dana Cair Lebih Cepat
• 6 jam lalu
0
thumb
Khariq Anhar Dituntut 6 Bulan Penjara dalam Kasus Meme "Timpa Teks" Demo Agustus 2025
• 11 jam lalu
0
thumb
Topan Dolphin picu evakuasi 1,5 juta warga di pesisir China timur
• 13 jam lalu
0
thumb
Kasus Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Pakai Pasal Pembunuhan Berencana
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.