Gelar APMI Session 2, PKS Siapkan Estafet Kepemimpinan dari Generasi Muda

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepemudaan menggelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Session 2 di Jakarta, Minggu (9/8).

PKS mengusung tema Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan dalam APMI Core Session 2 ini.

BACA JUGA: MMS PKS Hasilkan 4 Putusan, Salah Satunya soal LGBTQ

Sekretaris Bidang Kepemudaan DPP PKS Henda Yusamtha menyebut APMI Core Session 2 menjadi bagian dari rangkaian partainya membina calon pemimpin muda Indonesia. 

"Kami mendesain APMI dalam tiga sesi untuk memastikan generasi muda yang dilatih hari ini siap melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan,” ujar Henda.

BACA JUGA: Dipimpin Rahmat Saleh, Pengurus DPP Gema Keadilan Dilantik Elite PKS

Dia menuturkan keberlanjutan kepemimpinan membutuhkan fondasi organisasi yang kuat, sehingga PKS sebagai lembaga juga harus punya modal dasar.

"Ada tiga modal dasar yang kami miliki, kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja kolektif. Mari sadari betapa pentingnya menjaga nilai-nilai tersebut,” katanya.

BACA JUGA: Bedah Ekonomi Syariah, Fraksi PKS MPR Cari Solusi Problematika Perekonomian Indonesia

Menurut Henda, nilai-nilai tersebut menjadi energi yang mendorong seluruh elemen untuk terus bergerak dan menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.

“Itu pula yang membuat kita semua terus bergerak tanpa lelah,” ujarnya.

Henda juga mengingatkan bahwa karakter utama pemuda ialah keberanian untuk terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan.

“Pemuda itu mereka yang tidak berhenti ketika ada halangan dan rintangan. Pemuda adalah mereka yang terus menyalakan harapan. Pemuda itu pelanjut perjuangan,” tegas Henda.

Dalam Core Session 2, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi.

Wasekjen DPP PKS Tomy Agus Maymuftianto menyampaikan materi berjudul Manajemen Program Berbasis Tujuan & Dampak.

Tomy membekali peserta dengan kemampuan merancang program secara terarah dan memastikan setiap aktivitas menghasilkan dampak nyata.

Kemudian, Dr. Zulkieflimansyah, Gubernur NTB periode 2018–2023, membawakan materi berjudul Matrix Planning RACI.

Materi ini memperkenalkan pentingnya pembagian peran, tanggung jawab, serta koordinasi dalam menjalankan program dan organisasi.

Sementara itu, Suhud Alynudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta memberikan materi berjudul Tactical Governance & Public Service.

Materi itu membahas tata kelola pemerintahan serta pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Adapun, APMI menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan inovasi dan membumikan keadilan. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI dan Warga Gunungkidul Gotong Royong Bangun Jembatan Beton untuk Akses Pertanian
• 20 menit lalu
0
thumb
Veda Ega finis posisi sembilan pada Moto3 Inggris 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
BPK Beri Opini WTP untuk Laporan Keuangan Kementerian ESDM dan Kemenko IPK Tahun 2025
• 4 jam lalu
0
thumb
UT dan KSPSI Teken MoU, Disaksikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto
• 20 menit lalu
0
thumb
Elida Netty Kritik Keras dr. Tifa: Enggak Ada Kata Mengundurkan Diri dari Proses Hukum
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.