Tampil sebagai tuan rumah di Stadion Anfield, Liverpool sebenarnya tampil meyakinkan pada babak pertama. Dua gol dari Alexander Isak dan Florian Wirtz membuat The Reds unggul 2-0 dan terlihat berada dalam posisi nyaman.
Namun, situasi berubah setelah turun minum. Monaco bangkit melalui gol Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Liverpool selama pramusim. Yang membuat Iraola semakin khawatir, Liverpool kembali kehilangan keunggulan dua gol dalam dua pertandingan secara beruntun.
Iraola Khawatir Liverpool Belum Punya Stamina 90 Menit
Iraola menilai Liverpool sebenarnya mampu menunjukkan performa bagus, tetapi belum memiliki energi untuk mempertahankan intensitas tersebut sepanjang pertandingan.
"Kami memainkan babak pertama dengan sangat baik, tetapi saat ini kami tidak memiliki lebih banyak hal dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti ini selama 90 menit," kata Iraola seusai laga kepada LFCTV.
Menurut Iraola, Monaco tampil jauh lebih baik setelah jeda. Sebaliknya, Liverpool justru mengalami penurunan performa yang membuat lawan mampu membalikkan keadaan.
"Monaco jauh lebih baik di babak kedua, sama seperti kami yang lebih baik di babak pertama. Mereka pantas membalikkan pertandingan," ujarnya.
Liverpool Dua Kali Buang Keunggulan Dua Gol
Kekalahan dari Monaco menjadi perhatian tersendiri karena Liverpool kembali mengalami situasi serupa seperti pertandingan sebelumnya, yakni melawan Leeds United pada pekan lalu.
The Reds sempat berada dalam posisi unggul dua gol, tetapi gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya kalah dengan skor 2-4 dalam rangkaian tur pramusim di Amerika Serikat tersebut.
Iraola mengakui masalah itu harus segera diperbaiki. Menurutnya, Liverpool memang memulai pramusim dengan dua kemenangan, tetapi performa dalam dua pertandingan terakhir belum mampu dipertahankan sepanjang laga.
"Kami memenangkan dua pertandingan pramusim pertama, tetapi dalam dua pertandingan terakhir kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan," kata Iraola.
Masalah tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Liverpool mengingat musim baru Premier League sudah semakin dekat.
Iraola Bakal Tambah Porsi Latihan Liverpool
Iraola menilai penurunan energi pemain setelah melakukan sejumlah pergantian menjadi salah satu faktor yang membuat Liverpool kesulitan mempertahankan performa.
"Begitu kami melakukan beberapa perubahan, mereka mulai kelelahan, jadi kami masih harus bekerja," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.
Ia menyadari peningkatan kondisi fisik tidak bisa dilakukan secara instan. Liverpool masih membutuhkan waktu dan sesi latihan tambahan untuk mencapai level kebugaran yang diharapkan.
"Masalahnya saat ini adalah mereka mungkin tidak memiliki energi untuk bermain selama 90 menit. Itu akan membutuhkan waktu - kami akan melakukan lebih banyak latihan bersama mereka," kata Iraola.
Liverpool Masih Punya Waktu Berbenah
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Iraola tidak sepenuhnya melihat sisi negatif dari kekalahan Liverpool.
Menurutnya, pertandingan melawan Monaco memberikan banyak pelajaran yang bisa digunakan untuk mempersiapkan tim menghadapi musim baru.
"Kami bisa mengambil banyak hal positif, tetapi juga banyak hal negatif dari pertandingan hari ini," ujar Iraola.
Liverpool kini memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki persoalan konsistensi dan kebugaran sebelum kompetisi Premier League dimulai.
Bagi Iraola, kemampuan mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit menjadi salah satu aspek penting yang harus segera dibenahi Liverpool jika ingin mengawali musim dengan performa sesuai harapan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)