- Harga cabai Kediri kembali naik setelah panen raya berakhir dan pasokan mulai berkurang. Cabai rawit merah di tingkat pasar kini mencapai Rp40.000-Rp43.000 per kilogram.
- Di tingkat petani Kecamatan Badas, harga cabai rawit berada di kisaran Rp30.000-Rp35.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp25.000-Rp28.000.
- Pedagang Pasar Induk Pare menyebut pasokan cabai yang masuk mulai menipis. Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting juga naik menjadi sekitar Rp27.000 per kilogram.
- Harga cabai Kediri masih berpotensi berubah mengikuti produksi dan pasokan. Jika panen kembali meningkat, harga diperkirakan berpeluang turun.
Kediri (beritajatim.com) – Harga cabai Kediri kembali mengalami kenaikan setelah pasokan dari sentra produksi mulai berkurang pascaperiode panen raya. Di tingkat pasar, harga cabai rawit merah kini mencapai Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat turun di bawah Rp30.000 akibat melimpahnya pasokan.
Kenaikan harga juga mulai dirasakan petani di sejumlah wilayah sentra produksi. Mustofa, petani cabai di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengatakan harga cabai rawit di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
“Harga sekarang sekitar Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram. Sebelumnya masih di kisaran Rp25.000 hingga Rp28.000,” ujar Mustofa, Minggu (9/8/2026).
Dengan demikian, harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram dibandingkan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga sempat tertekan akibat tingginya produksi saat panen raya.
Mustofa menjelaskan, perubahan harga tersebut tidak terlepas dari kondisi pasokan yang mulai berkurang. Setelah masa panen raya berlalu, jumlah cabai yang tersedia dari petani tidak lagi sebanyak sebelumnya.
“Sekarang pasokan sudah mulai berkurang. Waktu panen raya, cabai banyak sehingga harganya turun. Sekarang karena barangnya mulai sedikit, harga kembali naik,” katanya.
Kondisi serupa terlihat di tingkat pedagang. Karisma, pedagang di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, menyebut harga cabai rawit merah saat ini berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram.
“Harganya memang mulai naik karena pasokan yang masuk ke pasar mulai menipis,” kata Karisma.
Menurutnya, perubahan harga cukup terlihat dibandingkan ketika pasokan dari sentra produksi masih melimpah. Pedagang kini menerima jumlah cabai yang lebih terbatas sehingga harga di pasar secara bertahap ikut mengalami kenaikan.
“Pasokan yang datang sekarang tidak sebanyak sebelumnya. Kondisi itu yang membuat harga cabai perlahan naik,” ujarnya.
Selain cabai rawit merah, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah keriting. Di Pasar Induk Pare, komoditas tersebut saat ini diperdagangkan sekitar Rp27.000 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai Kediri tersebut menunjukkan kembali kuatnya pengaruh pasokan terhadap pergerakan harga komoditas hortikultura. Saat panen raya berlangsung, melimpahnya produksi membuat harga turun. Sebaliknya, setelah periode panen raya berakhir dan pasokan menipis, harga kembali bergerak naik.
Bagi petani, kenaikan harga memberikan ruang perbaikan pendapatan setelah sebelumnya harga tertekan akibat tingginya produksi. Namun, bagi konsumen, kenaikan harga cabai dapat menambah pengeluaran rumah tangga, terutama karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digunakan sehari-hari.
Pergerakan harga cabai masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan produksi dan pasokan. Jika panen kembali meningkat dan jumlah cabai yang masuk ke pasar bertambah, harga berpeluang kembali turun. Sebaliknya, apabila pasokan terus menipis, harga cabai rawit merah berpotensi bertahan di level tinggi. [nm/ian]





Komentar (0)