Soal Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel, Pendiri Yayasan Beri Penjelasan

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Yan Sofyan Syafe’i, pendiri sebuah yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang viral lantaran penemuan diduga ratusan senjata api saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (9/8/2026). (Sumber: Tangkap layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pihak pendiri yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan buka suara terkait temuan diduga ratusan senjata api pada ruangan yayasan tersebut. 

Salah satu pendiri awal Yayasan, Yan Sofyan Syafe’i mengaku sedih dengan temuan tersebut, pasalnya hal itu mencederai visi dari lembaga pendidikan yang telah didirikan sejak 1979 ini.

Menurut penjelasannya visi dan misi yayasan tersebut yakni untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, serta diharapkan menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari. 

Baca Juga: Polda Metro Ungkap Pemilik 996 Senjata di Yayasan Sekolah Jaksel, Sudah Meninggal Sejak 2020

"Bagaimana perasaan kami pada saat ini mendengar adanya masalah yang terjadi di sekolah kita? Memang sedih sekali," kata Yan dalam konferensi pers, Minggu (9/8/2026).

"Karena apa? Karena betul-betul kita mendirikan sekolah itu betul-betul dengan rasa keinginan untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak bangsa yang saleh dan salihah, dan juga menjadi pemimpin bangsa yang betul-betul menjadi keinginan, harapan kita sekalian bangsa indonesia," sambungnya.

Terkait temuan senjata dan barang-barang lain di lingkungan sekolah tersebut, Yan berharap persoalan itu dapat segera diselesaikan. 

"Saya dengar adanya hal-hal yang kurang menarik di situ, disamping adanya senjata api juga, softgun dan lain-lain, ada juga ditemui juga ,ya hal kurang menarikah untuk diutarakan di sini, seperti misalnya ada beberapa hal yang kurang menarik, yang tidak baik untuk sekolah kita sebagai sekolah Islam, dan mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin," tuturnya.

Sehingga, sekolahnya tersebut dapat kembali sesuai dengan tujuan awal didirikannya yakni dapat mencetak anak-anak yang saleh dan salihah, serta menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.  

"Tentunya kami selaku pendiri merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi Insyaallah seperti yang tadi saya utarakan, mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya, sehingga kita akan kembali kepada tujuan awal daripada kami mendirikannya yaitu mencetak siswa kita ini menjadi anak-anak, murid yang salih dan salihan dan juga kelak menjadi pemimpin bangsa," jelasnya.

Dalam  kesempatan itu, dia turut menjelaskan bahwa yayasan sekolah swasta tersebut sejatinya didirikan oleh lima orang, termasuk dirinya. Namun saat ini dirinya menjadi satu-satunya pendiri yayasan dimaksud.

"Pada saat ini hanya saya sendiri yang tinggal sebagai pendiri. Pendiri awal itu kami berlima. Hanya sayalah yang masih hidup saat ini," ucap Sofyan.

Baca Juga: Cerita Saksi Temukan Dugaan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta di Jakarta Selatan

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ratusan senjata di sekolah
  • senjata api
  • yayasan sekolah di jaksel
  • pendiri yayasan
  • temuan ratusan senjata
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Lolos Seleksi di KY
• 35 menit lalu
0
thumb
Ole Romeny Langsung Cetak Gol Debut, Fortuna Sittard Tahan PSV 2-2
• 9 jam lalu
0
thumb
Norman Joesoef Mencuat di Bursa Wamenhan, Dave Laksono: Latar Belakang Bukan Satu-satunya Ukuran
• 4 jam lalu
0
thumb
Usai Mutilasi, Pelaku Jual Motor dan HP Korban Lewat Facebook
• 2 jam lalu
0
thumb
Apakah Boleh Menunda Mandi Wajib setelah Berhubungan Intim?
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.