PALOPO, iNews.id - Seorang perempuan berinisial HS (28) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan mantan suami di sebuah rumah kosong, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Korban mengalami belasan luka terbuka di tubuh hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban HS merupakan ibu dua anak yang diduga disekap dan dianiaya menggunakan senjata tajam oleh mantan suaminya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala dan tangan hingga kaki.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Megabuana Palopo. Kondisinya belum sepenuhnya pulih dan masih harus mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialaminya.
Kasus penganiayaan tersebut bermula ketika korban diajak mantan suaminya untuk menjemput anak mereka.
Namun, bukannya membawa korban menemui sang anak, pelaku justru diduga membawa HS ke sebuah rumah kosong di Kelurahan Takkalala.
Baca Juga:Gelar OTT di Sukoharjo, KPK Tangkap Bupati Etik SuryaniDi lokasi tersebut, korban diduga disekap sebelum kemudian dianiaya menggunakan senjata tajam hingga mengalami sejumlah luka terbuka.
Luka yang dialami korban terdapat di beberapa bagian tubuh, mulai dari tangan hingga kepala. Korban pun hanya bisa terbaring menahan sakit akibat luka yang dideritanya.
Belum diketahui secara pasti motif penganiayaan tersebut. Namun, dugaan sementara, pelaku tidak terima setelah korban menggugat cerai hingga keduanya resmi berpisah.
Keluarga korban menyebut tindakan kekerasan yang dialami HS bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pelaku disebut pernah menjalani hukuman penjara akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Setelah bebas, pelaku diduga kembali melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya.
Ayah korban, Hasan, mengatakan anaknya dibawa ke rumah kosong sebelum mengalami penganiayaan.
"Dibawa ke rumah kosong lalu dikunci dan dianiaya. Pelaku ini statusnya sudah cerai dengan korban," ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Hasan juga mengungkapkan kondisi luka yang dialami anaknya akibat kejadian tersebut.
"Kelakuannya begitu parah sekali, tak bisa saya bayangkan. Dari kaki sampai badan anak saya ada luka dan paling parah di kepala," katanya.
Baca Juga:Polisi Amankan Dokumen dan Komputer dalam Penggeledahan Ruko di Cipete SelatanKasus penyekapan dan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Palopo.
Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian sekaligus memburu pelaku yang masih dalam pengejaran.
#sulsel





Komentar (0)