Grid.ID – Seniman legendaris Betawi, Jaja Miharja, masih aktif dengan kesibukannya di panggung hiburan. Meski kondisi fisiknya menurun hingga harus menggunakan kursi roda, semangatnya untuk melestarikan seni budaya Betawi tak pernah padam.
Usai sebuah acara, Jaja Miharja mengakui bahwa panggung lenong dan seni pertunjukan adalah obat paling ampuh untuk menyembuhkan rasa sakit di usianya yang tak lagi muda. Bahkan, ia sempat berkelalar bahwa tampil pada pertunjukan bak sebuah penawar sakit.
"Anjuran bintang tujuh, ampuh," kata Jaja Miharja berkelakar, saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Pernyataan Jaja Miharja tersebut pun dibenarkan oleh rekan sesama seniman Betawi yang mendampinginya, Hj. Tonah (Mak Tonah). Menurut Tonah, para pelaku seni tradisi Betawi memang memiliki kedekatan tersendiri ketika sudah dipertemukan dengan panggung dan penonton.
"Kalau orang Lenong, kenapa lagi sakit, biarpun udah begini, begitu ada job, sehat," sahut Tonah.
Kondisi fisik yang tak lagi prima membuat Jaja Miharja harus berjalan perlahan. Kendati demikian, rasa sakit itu tidak melumpuhkan niatnya untuk membimbing generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar Lenong Betawi.
Pria yang akrab disapa Ayah Jaja itu mengaku rela memaksakan fisiknya demi menyalurkan energi positif dan motivasi kepada para anak didiknya.
"Ini pincang-pincang kan pengin. Terpaksa jalan sampai seret-seret. Sebetulnya saya sih enggak mau main, cuma saya mau kasih semangat sama anak-anak daerah," ungkapnya.
Ketulusan dan kerja keras sang Maestro Betawi itu membuahkan hasil manis. Sekitar 25 hari bimbingan, para pemuda daerah yang menjadi muridnya mampu menguasai gerakan silat di panggung untuk tampil.
"Saya hari ini rasa bahagia sekali. Bahagia sekali. Artinya anak-anak dari daerah masuk, yang saya ajarkan, yang malam ini dipentaskan."
"Dan Alhamdulillah berhasil. Saya bangga sama anak-anak. Bangga sekali," pungkas pemilik jargon Apaan Tuh tersebut.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)