Pemkab Bekasi terapkan pertanian modern peralihan pola konvensional

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai menerapkan sistem pertanian modern sebagai peralihan dari pola tanam padi konvensional lewat program Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS) melalui skema tanam benih langsung atau Tabela.

"Untuk uji coba sekaligus percontohan, sistem ini mulai diterapkan pada lahan seluas 4.000 meter persegi milik Kelompok Tani Warudoyong I, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu sebagai tahap awal modernisasi budidaya padi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdillah Majid di Cikarang, Minggu.

Dia menjelaskan PM-AAS merupakan inovasi modernisasi pertanian yang dilaksanakan bersama penyuluh dan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani padi.

Melalui program pertanian modern ini, para petani diperkenalkan pada budidaya yang lebih terukur mulai dari pengolahan lahan, pengecekan pH tanah, pemupukan sesuai dosis anjuran hingga pengendalian gulma sebelum tanam.

"Pada tahap awal, program ini menggunakan varietas padi Inpari 33 berkisar 15 kilogram benih dengan target menghasilkan sedikitnya empat ton gabah saat panen," katanya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bojongmangu Ubuh Buhori mengatakan sebelum penanaman, penyuluh bersama petani menguji tingkat keasaman tanah. Hasil pengujian menunjukkan pH tanah 5,5 sehingga perlu diaplikasikan bersama kapur dolomit 500-1.000 kilogram per hektare untuk memperbaiki kondisinya.

"Untuk lahan percontohan seluas 4.000 meter persegi, diaplikasikan sekitar 500 kilogram dolomit dalam dua tahap yakni saat pengolahan tanah pertama dan tiga hari sebelum tanam. Selain itu, sehari sebelum penanaman dilakukan penyemprotan herbisida untuk mengendalikan gulma," katanya.

Ubuh menjelaskan sistem pertanian modern ini turut mengubah kebiasaan petani dalam pengelolaan air. Setelah benih ditanam, lahan tidak boleh digenangi selama lima hari pertama agar benih tidak membusuk dan terhindar dari serangan penyakit.

"Selanjutnya dilakukan pemantauan pertumbuhan tanaman, kemudian pemupukan pertama diberikan pada umur sekitar 10 hari sesuai rekomendasi teknis," katanya.

Menurut ia kebutuhan pupuk pada sistem PM-AAS lebih tinggi dibandingkan pola tanam konvensional karena menggunakan jarak tanam yang lebih rapat. Namun, teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Pihaknya menargetkan produktivitas padi melalui sistem ini bisa mencapai 10 ton per hektare meski rata-rata hasil panen di wilayah itu masih berkisar lima ton per hektare.

Lahan Bojongmangu sengaja dirancang sebagai percontohan atau demonstration plot (demplot) agar para petani dapat melihat langsung perbedaan antara sistem budidaya tradisional dengan teknologi modern.

"Harapannya setiap desa nanti memiliki minimal dua hektare lahan demonstrasi sehingga semakin banyak petani yang terdorong meninggalkan pola konvensional dan beralih ke sistem pertanian modern," ucapnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Warudoyong I Yusup Saepuloh menyambut baik sekaligus menyebut program ini sebagai langkah awal penting untuk mengubah cara bertani yang selama ini masih mengandalkan kebiasaan turun-temurun.

"Kami berharap hasil uji coba ini bisa menjadi acuan sebelum diterapkan lebih luas kepada seluruh anggota kelompok tani. Melalui penerapan teknologi, semoga hasil panen meningkat signifikan," kata dia.

Baca juga: Pemkab Bekasi antisipasi kemarau, jaga produktivitas pertanian

Baca juga: Jaksa Agung-Mentan panen raya program Jaksa Mandiri Pangan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
FIFA ASEAN Cup 2026, Momentum Timnas Indonesia Bangkit dan Masuk 100 Besar
• 12 jam lalu
0
thumb
Polres Luwu Tangkap Kakak Beradik Pengedar Sabu di Kecamatan Bua, Pengembangan Jaringan Terus Dilakukan
• 21 jam lalu
0
thumb
Fakta Baru Penembakan Sekolah Thailand, Pelaku Tembak Kakek dan Neneknya | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalu
0
thumb
Penyerahan Apartemen Molor, Ribuan Konsumen Menanti Kepastian Hunian dan Pengembalian Dana
• 6 jam lalu
0
thumb
Marshanda Ungkap Makna Self Love yang Sebenarnya, Bukan Sekadar Cintai Diri Sendiri
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.