Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan komitmen mendukung lahirnya tenaga kesehatan lewat pendidikan tinggi di bidang kesehatan bagi putra dan putri di Kepulauan Nias.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Medan di Gunungsitoli guna membantu mereka yang terkendala biaya pendidikan.
"Masih banyak mahasiswa tidak dapat melanjutkan kuliah, karena keterbatasan biaya. Kondisi ini perlu segera diatasi agar kebutuhan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias dapat terpenuhi," ucap dia saat meninjau Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, Sumatera Utara, Ahad.
Berdasarkan data, dari total 66 mahasiswa yang diterima pada semester pertama tahun ini, terdapat 23 orang aktif mengikuti perkuliahan, sedangkan 43 lainnya terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena terkendala pembiayaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan di Gunungsitoli ini.
"Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias, dan juga anak-anak kita bisa mendapat lapangan pekerjaan," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumut siapkan RSUD Thomsen jadi rumah sakit regional di Nias
Ia menjelaskan pemberian beasiswa tersebut nantinya diintegrasikan dengan kuota bantuan pendidikan yang sudah tersedia.
Kementerian Kesehatan telah menetapkan kuota beasiswa 20 persen bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan, maka Pemerintah Provinsi Sumut akan berupaya meningkatkan cakupan melalui kolaborasi hingga 50 persen.
"Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan fasilitas kepada masyarakatnya agar bisa menikmati fasilitas kementerian ini. Nah target kita 50 persen, mudah-mudahan bisa kita kasih melalui beasiswa," katanya.
Destin Murni Laoli, mahasiswi tingkat III Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby Nasution.
Ia yang sempat mengambil cuti kuliah karena keterbatasan biaya berharap beasiswa tersebut dapat membantu dirinya menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswi Poltekkes ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku bahwa kondisi ekonomi keluarganya semakin berat karena sang ibu sedang sakit.
"Saya senang sekali bertemu dengan Bapak Bobby. Beliau sangat membantu saya pembiayaan uang kuliah kami. Perasaan saya sangat senang sekali, terima kasih Bapak Bobby atas bantuannya," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumut minta kepala daerah se-Nias percepat usulan BKP 2027
Baca juga: Gubernur siapkan Rp2 miliar bangun rumah produksi kelapa di Nias Utara
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Medan di Gunungsitoli guna membantu mereka yang terkendala biaya pendidikan.
"Masih banyak mahasiswa tidak dapat melanjutkan kuliah, karena keterbatasan biaya. Kondisi ini perlu segera diatasi agar kebutuhan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias dapat terpenuhi," ucap dia saat meninjau Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, Sumatera Utara, Ahad.
Berdasarkan data, dari total 66 mahasiswa yang diterima pada semester pertama tahun ini, terdapat 23 orang aktif mengikuti perkuliahan, sedangkan 43 lainnya terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena terkendala pembiayaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan di Gunungsitoli ini.
"Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias, dan juga anak-anak kita bisa mendapat lapangan pekerjaan," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumut siapkan RSUD Thomsen jadi rumah sakit regional di Nias
Ia menjelaskan pemberian beasiswa tersebut nantinya diintegrasikan dengan kuota bantuan pendidikan yang sudah tersedia.
Kementerian Kesehatan telah menetapkan kuota beasiswa 20 persen bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan, maka Pemerintah Provinsi Sumut akan berupaya meningkatkan cakupan melalui kolaborasi hingga 50 persen.
"Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan fasilitas kepada masyarakatnya agar bisa menikmati fasilitas kementerian ini. Nah target kita 50 persen, mudah-mudahan bisa kita kasih melalui beasiswa," katanya.
Destin Murni Laoli, mahasiswi tingkat III Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby Nasution.
Ia yang sempat mengambil cuti kuliah karena keterbatasan biaya berharap beasiswa tersebut dapat membantu dirinya menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswi Poltekkes ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku bahwa kondisi ekonomi keluarganya semakin berat karena sang ibu sedang sakit.
"Saya senang sekali bertemu dengan Bapak Bobby. Beliau sangat membantu saya pembiayaan uang kuliah kami. Perasaan saya sangat senang sekali, terima kasih Bapak Bobby atas bantuannya," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Sumut minta kepala daerah se-Nias percepat usulan BKP 2027
Baca juga: Gubernur siapkan Rp2 miliar bangun rumah produksi kelapa di Nias Utara






Komentar (0)