JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menobatkan lima figur anak, mulai dari penyanyi hingga konten kreator (influencer) cilik, sebagai Duta Anak Anti-Bullying, Minggu (9/8/2026).
Ketua Komnas PA DKI Jakarta Cornelia Agatha mengatakan, kelima anak tersebut dipilih berdasarkan rekam jejak dan prestasi positif mereka dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Kelima anak yang didapuk sebagai Duta Anak Anti-Bullying yakni penyanyi cilik Farel Prayoga dan Annisa Dalimunthe, serta influencer cilik Faisal Ahmad Hamudi, Abdul Malik Arrazy, dan Charissa Putri Chandrakirana alias ChachaHits.
Baca juga: HAN 2026, Puan: Anak Harus Terbebas dari Bullying, Termasuk di Ruang Digital
"Kami menilai bahwa anak-anak ini memiliki karakter, keunikan masing-masing, dan sukses di bidangnya masing-masing, khususnya seni ya, mereka berprestasi dan itu menurut kami modal untuk menjadi role model," kata Cornelia kepada wartawan di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Minggu.
Salah satu figur yang dipilih adalah Farel Prayoga, penyanyi cilik asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikenal setelah membawakan lagu berbahasa Jawa berjudul "Ojo Dibandingke" dan tampil di Istana Presiden pada 17 Agustus 2022.
Sementara itu, tiga figur lainnya dikenal sebagai influencer cilik yang telah memiliki banyak penggemar.
Salah satunya Abdul Malik Arrazy, konten kreator cilik yang menjuarai kompetisi Dokter Cilik Nasional hingga memperoleh beasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Ada pula Charissa Putri Chandrakirana alias ChachaHits, konten kreator cilik yang dikenal melalui konten bertajuk "Speak Up". Ia juga pernah memviralkan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Baca juga: Membuka Suara dari Balik Barcode: Upaya Polisi Dorong Siswa Laporkan Bullying hingga Narkoba
Ke depan, kelima duta tersebut akan dilibatkan dalam berbagai program edukasi dan kampanye anti-perundungan, terutama melalui platform digital.
"Tentunya kami sudah menyiapkan beberapa program yang sifatnya edukasi, sosialisasi, khususnya juga di media sosial. Tentunya mereka juga bisa membantu bersuara lewat media sosial yang mereka punya," jelas Cornelia.
Darurat Perundungan AnakWakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Lia Latifah mengatakan, kehadiran Duta Anak Anti-Bullying merupakan respons terhadap tingginya angka kekerasan dan perundungan terhadap anak.
Menurut Lia, kondisi lingkungan anak saat ini memprihatinkan. Sebab, budaya dan aksi perundungan kini tidak hanya terjadi di jenjang sekolah menengah, tetapi telah merambah hingga tingkat sekolah dasar.
"Kalau sekarang nih mungkin tingkatannya kemarin ini masih tingkatan di SMA dan SMP, tapi sekarang sudah masuk ke tingkatan sekolah dasar. Dan kita bisa mengatakan 90 persen anak-anak di sekolah itu sudah banyak melakukan pembullyan," ungkap Lia.
Baca juga: Aku Dikatain Miskin Luka Bullying yang Membuat Rina Sempat Putus Sekolah
Lia menilai, salah satu pemicu yang sulit dibendung saat ini adalah paparan game online yang tidak mendapatkan pengawasan dari orangtua.
Menurut dia, banyak anak terpapar kata-kata kasar hingga aksi perundungan ketika bermain game online.






Komentar (0)