Elektabilitas Prabowo Teratas Versi Survei IPO, Politikus PDI-P Ingatkan PR Pemerintah

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus PDI-P Guntur Romli mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, misalnya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.

Hal ini disampaikan Guntur merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menunjukkan Prabowo menjadi sosok dengan eletabilitas tertinggi untuk menjadi calon presiden.

"Persoalan-persoalan di depan mata yang harusnya dibereskan, kasus-kasus keracunan MBG masih terus terjadi setiap hari, PHK di mana-mana, janji 19 juta lapangan pekerjaan juga tidak terjadi," kata Guntur kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Elektabilitas Capres Versi Survei IPO: Prabowo Masih di Posisi Teratas

Maka dari itu, Guntur menyarankan Prabowo fokus membenahi persoalan-persoalan yang terjadi di pemerintahannya.

Menurut dia, hasil survei yang ada semestinya menjadi pengingat bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik.

"Sebaiknya fokus pada masalah-masalah yang sedang terjadi, hasil survei jadikan cerminan bukan malah dibikin tandingan kalau ada hasil survei yang tidak sesuai harapan," imbuh Guntur.

Baca juga: Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Ungguli PDI-P dan Golkar

Sementara itu, Guntur menyebutkan bahwa PDI-P belum ambil pusing mengenai dinamika menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.

"Hingga saat ini PDI Perjuangan tidak fokus pada Pemilu 2029 karena masih lama," ujar Guntur.

Elektabilitas Prabowo teratas

Sebelumnya, hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih menduduki posisi paling atas tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini.

Ketua Umum Partai Gerindra itu memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen.

Baca juga: Lonjakan Elektabilitas Dedi Mulyadi: Menguji Petahana dan Gerindra

"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Dedi menjelaskan, keunggulan Prabowo tersebut menunjukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan (top of mind) masyarakat.

Kendati demikian, Dedi menyebut bahwa posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas belum sepenuhnya aman.

Menurut dia, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dalam Survei Elektabilitas Capres SMRC dan Indikator

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.

Sementara itu, di bawah Prabowo ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menempati elektabilitas tertinggi kedua dengan 21,7 persen.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi selanjutnya dengan 11,5 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen) dan Ganjar Pranowo (4,1 persen).

Sedangkan elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 3,9 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Selain Sayembara Tangkap Begal, Dedi Dedi Mulyadi Pertegas Pengobatan Korbannya Bakal Dibiayai Pemprov Jawa Barat
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemkab Bulungan Deklarasikan Gerakan Berlian untuk Ciptakan Ruang Aman Anak
• 18 jam lalu
0
thumb
Fokus TC di Yogyakarta, PSM Makassar Tatap Tiga Laga Awal Kontra Persib, Arema, Persita
• 2 jam lalu
0
thumb
Profil Diah Lupita, Cucu Pertama Megawati Soekarnoputri yang Baru Saja Dinikahi Polisi, Gelar Resepsi Mewah
• 15 jam lalu
0
thumb
Maling Bobol Brankas Kampus di Mojokerto, Duit Operasional Rp 1 Miliar Raib
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.