Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pihaknya akan menangguung biaya pengobatan korban begal di fasilitas kesehatan (Faskes).
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi disapa KDM, mengingat marak terjadi kasus kriminalitasi di Jawa Barat. Seperti begal atau kekerasan fisik lainnya, ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan provinsi.
"saya sudah penegasan sekali lagi kepada dinas kesehatan seluruh rumah sakit negeri dan swasta di Provinsi Jawa Barat apabila ada korban pembegalan, korban kekerasan, korban penganiayaan layani, biaya yang ditimbulkan ditanggung oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya dikutip dari Instagramnya, Minggu (9/8).
Mengetahui satu kasus begal, Babas, warga Majalengka yang anaknya menjadi korban pembacokan. Korban diserang setelah memergoki aksi pencurian sepeda motor.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Diketahui peristiwa tersebut terjadi menjelang Subuh, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, anak Babas keluar untuk mencari makanan. Ia kemudian melihat seseorang yang awalnya disangka sebagai temannya.
"Anaknya saat subuh-subuh jam 4 cari makan, kemudian lihat orang disangka temennya disamperin ternyata lagi maling motor," ucap Dedi Mulyadi.
Lalu meneriaki pelaku dengan kata "maling". Pelaku yang hendak membawa sepeda motor akhirnya melepaskan kendaraan tersebut.
Namun, pelaku malah menyerang korban menggunakan senjata tajam.
"Anak bapaknya teriak maling, akibat anak bapaknya teriak maling motornya dilepasin. Tapi anak itu dibacok. Setelah dibacok anaknya lari pakai motor dikejar oleh temen-temennya (pelaku)," terang KDM.
Tidak disangka, korban kemudian berhasil menyelamatkan diri dengan masuk ke kantor Polsek. Sementara para pelaku melarikan diri.
Korban begal itu diketahui, dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sedihnya keluarga saat tahu biaya pengobatan korban tidak dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
Kondisi itulah membuat keluarga harus menanggung tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 11 juta.
"Setelah masuk rumah sakit, tidak bisa dibayar lewat BPJS. Jadilah tunggakan sebesar Rp 11 juta. Rumah sakitnya dibayar, tapi bapaknya minjem ke mana-mana duitnya," jelas Dedi.
Sebelumnya, Dedi mengumumkan sayembara tangkap begal berhadiah uang sudah disampaikan Gubernur Jawa Barat itu.





Komentar (0)