Kronologi Kebakaran Pabrik Tekstil Terbesar di Purworejo, Dua Karyawan Pingsan, 1 Terjatuh hingga Alami Cedera Serius

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Kronologi kebakaran pabrik tekstil terbesar di Purworejo. Dua karyawan dilaporkan pingsan, 1 terjatuh hingga alami cedera serius.

Insiden kebakaran melanda pabrik tekstil terbesar PT Unggulrejo Wasono di Desa Candisari, Kecamantan Bayuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi, pada Jumat (7/8/2026) ini diduga dipicu oleh korsleting listrik di dalah satu bagian bangunan produksi.

Api kemudian membesar setelah menjalar ke area yang dipenuhi dengan bahan tekstil dan material mudah terbakar lainnya. Peristiwa ini tak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan aktivitas produksi menjadi terganggu serta sejumlah peralatan di area pabrik terdampak kobaran api serta asap pekat.

Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat 3 orang yang dilarikan ke rumah sakit akibat kebakaran ini. Seorang karyawan disebut terjatuh saat berusaha untuk memadamkan api, sedangkan 2 lainnya mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Purworejo, Yuli Haryono, kemudian mengonfirmasi hal tersebut. Korban yang terjatuh dan diduga mengalami cedera serius diketahui bernama Muhammad Wijayanto (36) merupakan warga Trukan, Pengenjurutengah, Kabupaten Purworejo.

Yuli mengatakan bahwa Wijayanto mengalami cedera pada lengan kiri dan langsung dirujuk ke RSUD Thitrowardojo, Purworejo untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Melansir dari TribunJateng,com, dua karyawan yang pingsan disebut telah dibawa ke RSU Purwa Husada.

Data sementara menunjukkan dua korban itu bernama Arista (24) memiliki keluhan sesak napas dan pusing serta Sugeng (41) diketahui mengalami luka lecet pada bahu kanan. Selanjutnya, menurut kesaksian Satpam PT Unggulrejo Wasono, Ferry Enggriyanto, sumber api pertama kali terlihat di bagian yang disebut anjungan atau kanjian sebelum merambat ke bagian atas bangunan.

“Api awal terlihat dari bagian kanjian. Dugaan sementara berasal dari konsleting listrik di area itu, lalu merambat ke atas bangunan,” ujar Ferry.

Dia menjelaskan bahwa kondisi bagian atas bangunan mempercepat penyebaran api karena terdapat banyak bahan yang mudah terbakar. Kobaran api tersebut kemudian bergerak ke arah selatan hingga mencapai area shuttle karyawan.

“Di atas ada banyak bahan seperti kapuk dan tekstil, sehingga api cepat membesar dan menyebar ke area shuttle,” katanya.

Saat kobaran api mulai membesar, para pekerja yang ada di dalam bangunan langsung diminta keluar untuk menghindari risiko terjebak di area produksi. Berikutnya, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, Slamet, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran ini sekitar pukul 15.30 WIB.

 

“Ketika tim tiba di lokasi, api sudah muncul di beberapa titik dan posisinya berada di bagian atas bangunan,” kata Slamet, dilansir dari Kompas.com.

Dalam kronlogi kebakaran pabrik tekstil terbesar di Puworejo ini, Slamet menyebutkan pihaknya meminta dukungan tambahan. Hal ini karena terdapat beberapa titik api yang perlu untuk dikendalikan agar tidak merembet ke bangunan lain yang ada di sekitar pabrik.

“Karena kobaran api kami nilai cukup besar, kami langsung meminta bantuan armada tambahan dari rekan-rekan instansi terkait,” ujarnya.

Selanjutnya, proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena petugas harus menghadapi banyak tekstil yang mudah terbakar. Kondisi ini yang menyebabkan panas tinggi dan asap pekat terus muncul selama proses penanganan berlangsung.

“Kendala utama berasal dari banyaknya bahan yang mudah terbakar, terutama tekstil dan material lain di bagian atas bangunan,” jelas Slamet.

Untuk menangani kebakaran itu, Dinas Pemadam Kebakaran Purworejo mengerahkan 6 mobil pemadam kebakaran dari Purworejo, Magelang, dan Kebumen. Selain itu, mereka juga mendapatkan dukungan berupa 2 unit tangki air dari BPBD Purworejo.

Pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak lagi terlihat kobaran besar di sekitar lokasi. Meski begitu, patugas masih melakukan pemeriksaan di beberapa bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat terbakar. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNBTS Tutup Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo untuk Maksimalkan Pemadaman Kebakaran
• 5 jam lalu
0
thumb
MA Koreksi Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Timah
• 4 jam lalu
0
thumb
Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Minggu 9 Agustus 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Kronologi Kebakaran Kawasan Bromo, dari 7,9 Hektare Membesar Jadi 176 Hektare
• 6 jam lalu
0
thumb
Trofi FIFA ASEAN Cup Jadi Target John Herdman Usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.