Kronologi Kebakaran Kawasan Bromo, dari 7,9 Hektare Membesar Jadi 176 Hektare

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026) malam (Sumber: ANTARA/HO-Badan Geologi)

MALANG, KOMPAS.TV - Kebakaran kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, belum berakhir. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh akses wisata sejak Sabtu (8/8/2026) malam untuk memberi ruang bagi petugas menangani api yang meluas di kawasan Kaldera Bromo.

"Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, kunjungan ke Bromo dari semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Penutupan berlaku mulai Sabtu pukul 22.00 WIB dan belum ditentukan kapan berakhir. "(Penutupan) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," ujar Rudi.

Keputusan itu menjadi perkembangan terbaru setelah kebakaran yang bermula di Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, pada Senin (3/8), terus bergerak ke wilayah Probolinggo dan Malang.

Dalam enam hari, luas area terdampak yang pada Selasa (4/8) diperkirakan 7,9 hektare bertambah menjadi sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam. Berikut kronologi kebakaran kawasan Gunung Bromo yang dirangkum KompasTV dari berbagai sumber.

Baca Juga: 5 Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup Imbas Kebakaran Hebat, Ini Cara Refund Tiketnya

Api diduga bermula di Blok Bantengan

Kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 17.00 WIB pada Senin (3/8) di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Malam itu, TNBTS menutup tiga akses menuju kawasan Bromo, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Saat itu, luas kawasan yang terbakar belum dapat dipastikan karena petugas masih berfokus pada pemadaman.

Pada Selasa (4/8), api kembali muncul dan bergerak ke arah timur. Kebakaran kemudian mencapai Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief saat itu memperkirakan luas area yang terbakar mencapai 7,9 hektare.

"Api masih menyala dan merembet ke arah timur. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,9 hektare, namun kemungkinan bisa bertambah karena titik api belum padam 100 persen," kata Oemar dikutip dari Antara.

Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat untuk menahan pergerakan api. Namun, kondisi medan dan angin membuat penanganan tidak mudah.

Kemudian, pada Rabu (5/8), luas kebakaran diperkirakan mencapai 10 hektare. Api juga mulai bergerak menuju Kabupaten Malang.

Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan rembetan api telah melewati tugu perbatasan Malang-Lumajang dan mengarah ke wilayah Malang.

"Rembetan api sudah melalui tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang dan mengarah ke Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan dengan pola pengukuran jarak tempuh jalan darat," kata Sadono.

Pada tahap ini, petugas berhadapan dengan api yang terus bergerak. Lereng dan tebing terjal membuat sejumlah titik sulit dijangkau, sementara angin kencang membantu api berpindah ke area lain.

Baca Juga: Bromo Kembali Membara, Angin Kencang Bawa Api Melintasi Savana

Pemadaman diperkuat, luas area terdampak terus bertambah

Memasuki Kamis (6/8), penanganan kebakaran diperkuat dari darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 60 hektare lahan terdampak berdasarkan perhitungan sementara tim gabungan hingga Rabu sore.

Titik api tersebar di kawasan Watu Gede, Kabupaten Probolinggo, dan Jantur TNBTS di Kabupaten Malang. Pada hari yang sama, BPBD Kabupaten Probolinggo juga menyebut perkiraan luas savana yang terbakar telah mencapai 80 hektare berdasarkan informasi dari TNBTS.

Petugas menggunakan alat pemukul api, ranting pohon, backpack sprayer, dan membuat sekat bakar.

Drone digunakan untuk memetakan titik api di area yang sulit dijangkau, sedangkan BNPB mengerahkan satu helikopter water bombing dari Palangka Raya untuk membantu pemadaman.

Medan terjal, vegetasi kering, keterbatasan sumber air, dan angin kencang menjadi kendala yang dihadapi petugas. Api bahkan kembali muncul setelah sempat tidak terlihat pada Rabu malam.

Pada Jumat (7/8), TNBTS menyampaikan dugaan awal mengenai penyebab kebakaran.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan kebakaran kemungkinan berkaitan dengan aktivitas manusia di sekitar jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranu Pani.

"Ada kemungkinan faktor manusia, bukan alam," kata Rudi.

Rudi mengatakan ada kemungkinan pelintas membuat perapian untuk menghangatkan badan saat cuaca dingin.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan karena penyelidikan masih berlangsung.

Di hari yang sama, kebakaran mencapai skala terbesar yang dilaporkan dalam rangkaian kejadian tersebut. Berdasarkan data TNBTS, area terdampak mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat malam.

Luas tersebut meningkat jauh dari perkiraan 7,9 hektare saat api mencapai Watu Gede pada Selasa. Angin kencang juga kembali membuat api merambat di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger.

Baca Juga: Drone Water Spray dan Heli 'Water Bombing' Dikerahkan Padamkan Kebakaran di Bromo | SAPA MALAM

Seluruh pintu masuk Bromo ditutup

Perkembangan kebakaran akhirnya membuat TNBTS memperluas pembatasan wisata. Jika pada awal kejadian hanya tiga akses yang ditutup, mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB seluruh pintu masuk kawasan Bromo ditutup.

Lima pintu masuk tersebut adalah Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Penutupan dilakukan untuk mendukung pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung. TNBTS belum menetapkan waktu pembukaan kembali kawasan wisata.

Wisatawan yang telah membeli tiket untuk periode penutupan dapat mengajukan penjadwalan ulang atau pengembalian dana melalui mekanisme yang disediakan pengelola.

Pada Minggu (9/8), penutupan seluruh akses wisata masih berlaku seiring penanganan kebakaran di kawasan Kaldera Bromo.

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Gunung Bromo
  • kebakaran Bromo
  • TNBTS
  • karhutla
  • Jawa Timur
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebelum Dilaporkan, Vicky Prasetyo Sudah Ingatkan Istri Siri soal Bersyukur 
• 13 jam lalu
0
thumb
Wamenkes Puji Kemajuan RSUP Wahidin Makassar dalam Penanganan TBC
• 20 jam lalu
0
thumb
Barcelona Gagal Juara di Friuli Venezia Giulia Cup Setelah Kalah dari Udinese
• 5 jam lalu
0
thumb
Aliyah Mustika Ilham: Kesempatan Kerja Inklusif Harus Hadir untuk Semua, Termasuk Penyandang Disabilitas
• 17 jam lalu
0
thumb
Indonesia-Jepang Perkuat Teknologi Perkeretaapian, PT MITJ Gandeng Nippon Signal
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.