Terkini, Makassar – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR mengapresiasi kemajuan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, khususnya dalam mendukung percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) di wilayah Indonesia Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Wamenkes melakukan kunjungan kerja ke RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo dalam rangkaian kegiatan penanggulangan TBC di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelacakan kasus TBC sekaligus melihat secara langsung kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan di kawasan Indonesia Timur.
RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo melaporkan telah menjaring sebanyak 1.517 terduga TBC sepanjang periode 2026 yang dilaporkan.
Jumlah tersebut terdiri atas 517 kasus pada triwulan pertama, 689 kasus pada triwulan kedua, dan 311 kasus pada triwulan ketiga.
1.439 Terduga TBC Jalani Pemeriksaan
Dari total 1.517 terduga TBC tersebut, sebanyak 1.439 pasien telah menjalani pemeriksaan diagnosis bakteriologis dan hasil pemeriksaannya telah keluar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 151 pasien terkonfirmasi TBC Sensitif Obat (SO) secara bakteriologis dan 135 pasien terdiagnosis secara klinis. Sementara itu, untuk TBC Resisten Obat (RO), tercatat tujuh kasus terkonfirmasi secara bakteriologis.
Dalam aspek pengobatan, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo mencatat sebanyak 227 pasien TBC SO dan tujuh pasien TBC RO telah memulai pengobatan.
Rumah sakit juga terus mendorong peningkatan angka keberhasilan pengobatan atau success rate. Berdasarkan data periodik yang dilaporkan, sebanyak lima pasien TBC SO dan tiga pasien TBC RO telah dinyatakan sembuh setelah menyelesaikan pengobatan lengkap.
Direktur RSUP Wahidin Apresiasi Kunjungan Wamenkes
Direktur Utama RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wamenkes ke rumah sakit tersebut.
Menurutnya, kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Kesehatan menjadi dorongan moral bagi seluruh keluarga besar RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, khususnya tenaga medis yang berada di garis depan penanganan TBC.
“Terima kasih telah menyempatkan waktu di antara sekian banyak jadwal yang cukup padat. Beberapa kali beliau berkunjung ke Makassar, alhamdulillah sore ini beliau datang ke Wahidin. Bersama kami juga hadir dokter-dokter spesialis paru yang siap mengawal akselerasi penanganan ini,” ujar dr. Annas Ahmad.
Wamenkes: Wahidin Jadi Kebanggaan Indonesia Timur
Menanggapi capaian serta fasilitas yang dimiliki RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus memberikan apresiasi terhadap perkembangan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus memuji kemajuan RSUP Wahidin Makassar dalam penanganan TBC dan layanan kesehatan di Indonesia Timur.Menurut Wamenkes, kemajuan tersebut ditunjang kelengkapan teknologi medis serta kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang.
“Ini merupakan suatu kebanggaan buat kita semua, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia Timur makin maju. Dari lengkapnya alat maupun kualitas SDM dengan begitu banyak teknologi yang berada di tempat ini menunjukkan bahwa Wahidin adalah suatu rumah sakit kebanggaan di Indonesia Timur,” kata dr. Benyamin.
Wamenkes menegaskan, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo memiliki peran strategis sebagai pusat rujukan utama dalam menangani berbagai kasus penyakit yang sulit dan kompleks.
Dengan dukungan teknologi medis yang tersedia, kemampuan rumah sakit tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien untuk mendapatkan rujukan ke luar kota maupun berobat ke luar negeri.
Penguatan kapasitas diagnostik dan terapi di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo juga diharapkan dapat mempercepat upaya memutus mata rantai penularan TBC di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.
Pemerintah berharap setiap pasien TBC dapat memperoleh penanganan secara komprehensif, mulai dari proses diagnosis, pengobatan, hingga mencapai kesembuhan.





Komentar (0)