Pramono Bongkar JPO Love-Hate Relationship di Rasuna Said yang Viral

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) lama yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Pembongkaran itu rampung paling lambat pada Oktober 2026.

"Pembongkarannya jadi artinya bulan September, paling lambat Oktober selesai," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah mengunjungi JPO di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8).

Dia menyebutkan proses pembongkaran JPO tersebut harus melalui tahapan administrasi aset terlebih dahulu karena JPO yang akan dibongkar merupakan aset milik Pemprov DKI.

Menurut dia, aset tersebut perlu dicatat dan diproses terlebih dahulu melalui Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta sebelum pekerjaan pembongkaran dapat dilakukan.

"Yang pertama, untuk pembongkarannya, karena ini merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tentunya asetnya harus tercatat lebih dulu di BPAD, kemudian kita akan segera melakukan (pembongkaran)," ujar Pramono.

Dia juga memastikan pekerjaan pembongkaran JPO tersebut nantinya diupayakan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Pemprov DKI sebelumnya pernah melakukan pekerjaan pembongkaran dengan tingkat kesulitan tertentu tanpa menyebabkan gangguan lalu lintas yang berarti.

"Tidak akan ganggu lalu lintas (pembongkaranya), yang kemarin potong monorel aja, Alhamdulillah, lalu lintas juga tidak terganggu," ucap Pramono.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan setelah proses administrasi aset selesai, tahapan berikutnya adalah pelelangan pekerjaan pembongkaran.

Heru memastikan pekerjaan pembongkaran fisik itu tidak membutuhkan waktu lama. Pembongkaran JPO tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu setelah proses lelang oleh BPAD selesai.

"Nanti, setelah kami sampaikan ke BPAD, dari BPAD akan melelang. Nah, kalau pembongkaran, saya lihat, sih, tidak begitu lama, mungkin sekitar 2-3 minggu," tutur Heru.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan BPAD terkait pelaksanaan pembongkaran. Namun, secara umum, pekerjaan pembongkaran, seperti JPO akan dilakukan pada malam hari.

"Untuk pembongkaran ini kan masih kita komunikasikan dengan BPAD. Nanti, itu melalui tahapan pelelangan. Biasanya, kalau pekerjaan pembongkaran itu dilakukan malam hari," ungkap Heru.

Seperti diketahui, alasan pembongkaran salah satu JPO lama yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di kawasan Jalan HR Rasuna Said itu, yakni terkait persoalan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Dia menyebutkan berdasarkan hasil pengecekan langsung di lokasi, salah satu JPO dinilai tidak ramah terhadap kelompok disabilitas karena terdapat perbedaan ketinggian antara akses JPO dan area sekitarnya. Menurut dia, kondisi tersebut membuat penyandang disabilitas kesulitan memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang tersedia. 

Sementara itu, JPO Love-Hate relationship menjadi viral karena berdekatan dengan JPO LRT. Namun demikian, dua JPO tersebut hanya berdempetan tapi tidak terhubung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenekraf Libatkan Pemerintah Daerah untuk Memperkuat Ekosistem Gim Nasional hingga 2045
• 19 jam lalu
0
thumb
Di Balik Kedatangan Danijel Loncar, Ada Misi Persib Bandung Cetak Sejarah Juara 4 Kali Beruntun Super League
• 2 jam lalu
0
thumb
Bangsa yang Lupa Memerdekakan Ibu: Kemerdekaan yang Belum Sampai ke Rumah
• 5 jam lalu
0
thumb
Pasca Penemuan 996 Senjata, Sekolah Diminta Segera Disterilisasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Ditangkap Polisi, Jukir Liar di Tambora Paksa Pemotor Bayar Parkir Rp 5.000
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.