jpnn.com, JAKARTA - Indonesia Political Opinion (IPO) menggelar survei Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional yang disampaikan Sabtu (8/8) ini.
Satu di antaranya IPO menghitung angka kepuasan publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA: Seskab Teddy Masuk Jajaran Anggota Kabinet Berkinerja Moncer di Survei IPO
Mulanya, IPO menghitung tingkat pengetahuan warga terhadap program MBG yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo.
Sebanyak 77 persen responden rupanya sudah mengetahui program, baik sebagai bukan penerima manfaat (41 persen), akseptor (22 persen), maupun hanya mengetahui melalui orang lain (14 persen).
BACA JUGA: Kinerja dan Popularitas Purbaya-Teddy Teratas dalam Survei IPO
Temuan IPO menyatakan hanya sekitar 21 persen responden yang belum mengetahui secara langsung atau hanya mengetahui nama program, sedangkan tiga persen tidak pernah mendengar MBB.
"Hal ini menunjukkan bahwa dari sisi sosialisasi, MBG telah berhasil menjangkau sebagian besar masyarakat," demikian rilis IPO yang dikirim direktur eksekutifnya Dedi Kurnia Syah, Sabtu (8/8).
BACA JUGA: Survei IPO: Prabowo Belum Aman dari Kejaran KDM dan Anies
Namun, temuan IPO juga menyatakan sebanyak 63 persen menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas dengan pelaksanaan program MBG.
"51 persen tidak puas dan 12 persen sangat tidak puas," demikian pernyataan rilis lembaga survei tersebut.
Temuan IPO juga menyatakan hanya 26 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas dan sisanya sebelas persen tidak menjawab.
"25 persen puas dan satu persen sangat puas," demikian pernyataan mereka.
IPO kemudian menghitung keyakinan responden soal keberlanjutan program MBG dengan 42 persen merasa sangat yakin.
Sisanya responden yang, yakin 23 persen, tidak yakin 14 persen, sangat tidak yakin 12 persen, dan tidak menjawab sembilan persen.
Berikutnya, IPO menghitung perlunya program MBG dilanjutkan atau tidak dengan hanya sembilan persen merasa mesti dilanjutkan dengan evaluasi.
Sebanyak tujuh persen responden merasa program MBG perlu dilanjutkan karena banyak siswa membutuhkan.
Kemudian sebanyak sebelas persen responden merasa program MBG perlu dalam bentuk uang tunai.
Selanjutnya, sebanyak delapan persen responden merasa program MBG perlu dilakukan, tetapi dikelola sekolah.
Berikutnya, 24 persen responden merasa program MBG tidak perlu dilanjutkan karena menjadi pemborosan.
Sebanyak 16 persen responden merasa tidak perlu MBG dilanjutkan karena banyak masalah dalam tata kelola.
Setelah itu, sebanyak 21 persen responden merasa MBG tidak perlu dilanjutkan karena menjadi lahan korupsi.
"Sisanya tiga persen dihentikan sama sekali," demikian temuan IPO. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Melihat Survei IPO, RIDO Dianggap Berpeluang Menang 1 Putaran
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)