Persoalan anak putus sekolah masih menjadi tantangan di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Berdasarkan pemetaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Air Upas pada 2025, sebanyak 89 anaktercatat putus sekolah.
Merespons kondisi tersebut, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) melalui Site Air Upas menjalankan Program GAS CERDAS (Gerakan Ayo Sekolah: Ciptakan Edukasi, Relasi dan Dukungan Anak Sekolah) sejak 2023 sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelibatan siswa, orang tua, hingga masyarakat yang telah keluar dari sistem pendidikan formal.
Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak L. Pardede, mengatakan pendidikan menjadi salah satu investasi sosial jangka panjang perusahaan dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya saing.
"Melalui Program GAS CERDAS, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, kepedulian terhadap lingkungan serta kebanggaan terhadap budaya lokal. Inilah bentuk komitmen kami untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Yusak, dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (8/8/2026)
Program GAS CERDAS dijalankan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari Kelas Inspirasi, Parenting Kolaboratif, Kelas Kewirausahaan, hingga PUSAKA (Pembelajaran Ekologi Berbasis Kearifan Lokal). Selain itu, perusahaan juga menggandeng Yayasan Zetta Learning Center untuk memperluas akses pendidikan nonformal.
Sepanjang pelaksanaan program, sebanyak 17 siswa mengikuti kelas inspirasi dan kelas industri yang bertujuan memperkenalkan pilihan pendidikan lanjutan, dunia kerja, serta berbagai profesi. Di sisi lain, 17 orang tua atau wali murid mengikuti kegiatan parenting kolaboratif guna memperkuat pendampingan keluarga terhadap pendidikan anak.
Pada aspek peningkatan keterampilan, sebanyak 25 siswa mengikuti kelas kewirausahaan yang membekali peserta dengan kemampuan berwirausaha, kreativitas, serta pengolahan produk berbasis potensi lokal.
Sementara itu, sebagai upaya menekan angka putus sekolah, perusahaan juga memfasilitasi 10 masyarakat kurang mampu untuk mengikuti program Kejar Paket C melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan nonformal.
Dampak program tersebut juga diukur menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Hasil evaluasi pada 2026 menunjukkan Program GAS CERDAS menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar 1,37, yang mencerminkan setiap investasi sosial yang dikeluarkan menghasilkan manfaat sosial yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurut Yusak, program tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di wilayah lingkar tambang CITA Site Air Upas, tetapi juga dapat direplikasi di daerah lain melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami berharap GAS CERDAS dapat terus berkembang menjadi model kolaborasi yang mampu melahirkan generasi muda Air Upas yang cerdas, berkarakter, adaptif serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan," katanya.
Komitmen CITA di bidang pendidikan juga memperoleh pengakuan melalui raihan Gold Award kategori Educationpada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat di bidang pendidikan yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan ke-17 tentang kemitraan.






Komentar (0)