Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah mengintensifkan pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan pesawat tanpa awak atau patroli drone setiap dua jam sekali.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kalteng Fritno di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan pemantauan udara tersebut dilakukan untuk memperkuat deteksi dini terhadap kemunculan titik api.
"Pengawasan menggunakan drone dilakukan setiap dua jam sekali agar setiap potensi munculnya titik api dapat segera terdeteksi," jelasnya.
Melalui deteksi dini, tim di lapangan dapat bergerak cepat sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Penggunaan drone membantu petugas memperoleh gambaran kondisi kawasan secara lebih cepat, terutama terhadap potensi munculnya titik api yang sulit terpantau dari darat.
Baca juga: BMKG ingatkan potensi karhutla Sulteng pada 9-15 Agustus
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari koordinasi petugas di lapangan dengan regu pemadam dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Selain pemantauan udara, Dishut Kalteng juga terus memperkuat patroli dan kesiapsiagaan personel sebagai langkah pencegahan karhutla, khususnya menghadapi musim kemarau.
"Kami terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan agar apabila ditemukan titik api bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Fritno juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Ia menambahkan pengawasan intensif tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Baca juga: Kemenhut tangani kebakaran di Gunung Gede Pangrango, tutup pendakian
Sementara itu, tim gabungan telah bergerak cepat menangani kebakaran di kawasan tahura di Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Jumat (7/8).
Titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli drone Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng pada pukul 11.31 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Di lokasi, tim menghadapi kondisi lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia. Vegetasi yang kering membuat api cukup cepat menjalar sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api.
Selama proses penanganan, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Petugas melakukan pemadaman, membuat pembatas agar api tidak terus merambat, serta melakukan pendinginan di area yang telah berhasil dikuasai. Hingga operasi pemadaman berakhir pada pukul 17.22 WIB, tim berhasil memadamkan api di area seluas 0,91 hektare.
Baca juga: Manggala Agni tangani karhutla di Riau seluas 100 hektare lebih
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kalteng Fritno di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan pemantauan udara tersebut dilakukan untuk memperkuat deteksi dini terhadap kemunculan titik api.
"Pengawasan menggunakan drone dilakukan setiap dua jam sekali agar setiap potensi munculnya titik api dapat segera terdeteksi," jelasnya.
Melalui deteksi dini, tim di lapangan dapat bergerak cepat sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Penggunaan drone membantu petugas memperoleh gambaran kondisi kawasan secara lebih cepat, terutama terhadap potensi munculnya titik api yang sulit terpantau dari darat.
Baca juga: BMKG ingatkan potensi karhutla Sulteng pada 9-15 Agustus
Hasil pemantauan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari koordinasi petugas di lapangan dengan regu pemadam dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Selain pemantauan udara, Dishut Kalteng juga terus memperkuat patroli dan kesiapsiagaan personel sebagai langkah pencegahan karhutla, khususnya menghadapi musim kemarau.
"Kami terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan agar apabila ditemukan titik api bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Fritno juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Ia menambahkan pengawasan intensif tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Baca juga: Kemenhut tangani kebakaran di Gunung Gede Pangrango, tutup pendakian
Sementara itu, tim gabungan telah bergerak cepat menangani kebakaran di kawasan tahura di Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Jumat (7/8).
Titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli drone Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng pada pukul 11.31 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Di lokasi, tim menghadapi kondisi lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia. Vegetasi yang kering membuat api cukup cepat menjalar sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api.
Selama proses penanganan, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Petugas melakukan pemadaman, membuat pembatas agar api tidak terus merambat, serta melakukan pendinginan di area yang telah berhasil dikuasai. Hingga operasi pemadaman berakhir pada pukul 17.22 WIB, tim berhasil memadamkan api di area seluas 0,91 hektare.
Baca juga: Manggala Agni tangani karhutla di Riau seluas 100 hektare lebih






Komentar (0)