Survei IPO: Tingkat Kepuasan Terhadap Pemerintahan Prabowo Capai 63 Persen

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 63 persen.

"Tapi hari ini, ini hanya 6 persen yang menyatakan sangat puas lalu kemudian puas di 57 persen," ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam konferensi pers di kawasan Bendungan Hiliar, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Kata Istana hingga Kemendikti soal Makalah MBG Catut Nama Prabowo untuk Dapat Nobel

Sementara itu, sebanyak 30 persen tidak puas, serta sangat tidak puas 5 persen, lalu tidak menjawab 2 persen.

"Sangat puas dan puasnya masih terbilang tinggi, masih terbilang dominan. Tetapi tetap saja terjadi penurunan kalau memang dibandingkan dengan periode survei yang lalu begitu," jelasnya.

Menurut Dedi, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden berkaitan dengan sejumlah program prioritas yang sedang dijalankan oleh kabinet Merah-Putih.

"Di antara persepsi itu, yang berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pada Presiden di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun hanya 15,7 persen," tuturnya.

Baca juga: Ramai-ramai Soroti Penangkapan 2 Warga soal Pidato Prabowo, Ini Duduk Perkaranya

Kemudian, Kepala Negara dianggap aktif memberantas korupsi sebesar 12,5 persen, memberikan bantuan sosial 11 persen, program kerja dirasakan oleh rakyat 7,2 persen, dianggap tegas dan tidak pandang bulu 5,8 persen.

Dedi menjelaskan, terdapat faktor yang mempengaruhi persepsi tidak puas dan sangat tidak puas ter hadap hasil kerja Prabowo.

"Harga bahan pokok mahal di 18,3 persen, sulit mencari pekerjaan 11,6 persen. Program kerja tidak bagus di 10,5 persen, korupsi semakin banyak 10,2 persen," tuturnya.

Selain itu, sebanyak 7,7 persen responden menganggap program MBG dan KDMP sebagai pemborosan.

"Yang mengapresiasi program MBG itu 15,7 persen sementara ada 7,7 persen menyatakan program MBG atau KDMP itu sebagai pemborosan," jelasnya.

Baca juga: Prabowo dan Para Profesor: Riset adalah Kunci Kedaulatan

Sebagai informasi, survei IPO ini dilakukan pada 27 Juli sampai 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sampel dipilih melalui teknik stratified multistage random sampling (SMRS).

Margin of error penelitian ini 2,90 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantah Punya 74 Kg Emas, Kubu Febrie Soroti Hal yang Belum Terungkap
• 10 jam lalu
0
thumb
Hashim Tegaskan Program MBG Terus Lanjut: Berhenti Kalau Prabowo Kalah di 2029
• 9 jam lalu
0
thumb
Ketangguhan makroekonomi sebagai kunci menghadapi tekanan daya beli
• 9 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Buka Suara soal Belasan Pegawai SPPG di NTB Terinfeksi Hepatitis
• 1 jam lalu
0
thumb
Kubu Febrie Adriansyah Siap Bongkar Kejanggalan Kasus TPPU di Praperadilan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.