Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertemuan kedua Komite Perdagangan Bersama atau Joint Trade Committee (JTC) Indonesia-Mesir digelar pada 2026 untuk memperkuat perdagangan dan investasi sekaligus mempercepat penjajakan perjanjian dagang kedua negara.
Dorongan tersebut disampaikan Budi saat bertemu Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Mohamed Farid Saleh di sela Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan bilateral itu membahas penguatan kerja sama perdagangan, termasuk rencana memulai perundingan melalui skema Preferential Trade Agreement (PTA) dan Free Trade Agreement (FTA).
"Kami berharap, komitmen perdagangan dan investasi kedua negara dapat makin diperkuat dengan segera dimulainya perundingan dalam skema PTA dan FTA. Untuk mempercepat dimulainya perundingan tersebut, Indonesia mendorong agar pertemuan JTC kedua dapat dijadwalkan pada 2026," kata Budi.
Budi juga mengusulkan komunikasi dan diskusi secara daring sebagai alternatif untuk mempercepat pembahasan sebelum pertemuan JTC dilaksanakan secara langsung.
Indonesia dan Mesir Jajaki Perjanjian DagangIndonesia dan Mesir sebelumnya menyepakati penjajakan pembentukan perjanjian dagang dalam pertemuan perdana JTC sebagai upaya meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara.
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada 12 April 2025.
Indonesia telah menyampaikan Terms of Reference (TOR) kepada Mesir pada 10 Oktober 2025, kemudian mengajukan usulan peluncuran perundingan beserta draf Joint Ministerial Statement pada 4 November 2025.
Mohamed Farid Saleh turut mendorong agar pertemuan kedua JTC segera dijadwalkan dan mendukung dimulainya perundingan dengan melibatkan sektor swasta.
Mesir juga mengusulkan pembentukan usaha patungan atau joint venture di sektor industri pakaian jadi serta pertemuan daring untuk menjembatani perdagangan sektor pertanian.
Perdagangan RI-Mesir Capai 1,74 Miliar Dolar ASData Kementerian Perdagangan mencatat Mesir berada di posisi ke-24 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan peringkat ke-40 sebagai negara asal impor.
Sepanjang Januari-Juni 2026, nilai perdagangan Indonesia-Mesir mencapai 1,74 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 1,09 miliar dolar AS dan impor senilai 647,70 juta dolar AS.
Total perdagangan kedua negara sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,38 miliar dolar AS dengan tren pertumbuhan 6,16 persen selama periode 2021-2025.
Ekspor Indonesia ke Mesir pada 2025 mencapai 1,94 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Mesir tercatat 439,8 juta dolar AS sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 1,50 miliar dolar AS.
Produk utama yang diekspor Indonesia ke Mesir meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati, kopi, teh, rempah-rempah, mesin dan peralatan listrik, bahan kimia anorganik, serta aluminium.
Indonesia antara lain mengimpor pupuk, garam, belerang, kapur, buah-buahan, sayuran, serta bijih, kerak, dan abu logam dari Mesir.





Komentar (0)