tvOnenews.com - Kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok, Jawa Barat, menggemparkan masyarakat.
Peristiwa yang melibatkan Saepullah alias Saepul (26) dan korban berinisial K atau Kunaefi (51) tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Saepullah telah ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengungkap sejumlah fakta mengenai pembunuhan yang terjadi di kawasan Cipayung, Depok.
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah tersangka mengaku memutilasi jasad korban dan membuang sebagian potongan tubuhnya di lokasi berbeda.
Selain proses penyidikan, polisi hingga kini masih melakukan pencarian terhadap bagian tubuh korban yang belum ditemukan.
Berikut tiga fakta terbaru kasus mutilasi di Depok yang menjadi perhatian.
- Istimewa
1. Pembunuhan Berawal dari Pertemuan di Kontrakan
Saepullah mengaku awalnya mengundang korban ke tempat tinggalnya untuk berbincang.
Menurut pengakuannya, saat itu ia hanya membutuhkan teman karena tidak lagi tinggal bersama teman kontrakannya.
Namun, pertemuan tersebut berubah menjadi pertengkaran. Saepul mengklaim korban melakukan tindakan yang membuatnya merasa tidak nyaman hingga terjadi kontak fisik di antara keduanya.
Ia kemudian mengaku sempat berusaha melepaskan diri ketika korban memegang tubuhnya. Saepul juga menyebut korban sempat menamparnya.
Keributan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan. Keduanya disebut sempat terlibat dorong-dorongan hingga terjatuh dari tangga rumah dua lantai.
Setelah itu, Saepul mengambil pisau dari dapur dan menusuk korban hingga meninggal dunia.
2. Jasad Korban Dimutilasi dan Sebagian Potongan Belum Ditemukan
Setelah korban meninggal, Saepul mengaku memutilasi tubuh korban. Ia berdalih tindakan tersebut dilakukan karena kesulitan membawa jasad korban keluar dari rumah.
Potongan tubuh korban kemudian dibuang di sejumlah lokasi. Salah satu bagian yang dibuang adalah kaki korban yang menurut pengakuan tersangka dibuang di kawasan Jembatan Serong, Cipayung.
Sementara itu, pisau yang digunakan untuk melakukan pembunuhan dan pakaian yang dikenakan Saepul disebut dibuang di kawasan Pitara, Depok.
Polisi hingga kini masih berupaya menemukan bagian tubuh korban yang belum berhasil ditemukan.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan tim gabungan dari Satreskrim Polres Metro Depok dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan pencarian terhadap dua kaki korban.





Komentar (0)