BMKG Ingatkan Ancaman Rob di Pesisir NTT, Warga Diminta Waspada 8–11 Agustus

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kupang, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat terkait potensi banjir pesisir atau rob yang dapat melanda sejumlah wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 8–11 Agustus 2026.

Potensi rob tersebut dipicu oleh peningkatan ketinggian muka air laut yang diperkirakan terjadi dalam periode tersebut. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan akibat pasang maksimum air laut.

Baca Juga :
Antisipasi Dampak El Nino ke Berbagai Sektor, Purbaya Siapkan Stimulus di Semester II-2026
BMKG: Juli 2026 Jadi Juli Terkering dalam 35 Tahun

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, mengatakan potensi banjir pesisir perlu diantisipasi masyarakat di wilayah yang diperkirakan terdampak.

"Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada terhadap potensi fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 8–11 Agustus 2026 di sejumlah wilayah pesisir di NTT," kata Yandri dalam keterangan resmi di Kupang, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Sejumlah Pesisir NTT Berpotensi Terdampak

BMKG menyebut potensi banjir rob tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah kawasan pesisir di beberapa pulau di NTT diperkirakan terdampak fenomena tersebut.

Wilayah yang berpotensi mengalami banjir pesisir meliputi:

  • Pesisir Pulau Flores-Alor
  • Pesisir Pulau Sabu Raijua
  • Pesisir Pulau Sumba
  • Pesisir Pulau Timor-Rote

Masyarakat di wilayah tersebut diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi mengenai kondisi cuaca maritim dan pasang surut yang disampaikan BMKG.

Dipengaruhi Fase Perigee dan Bulan Baru

Yandri menjelaskan potensi banjir rob di sejumlah pesisir NTT berkaitan dengan fenomena fase perigee pada 10 Agustus 2026 dan fase bulan baru pada 13 Agustus 2026.

Kedua kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut hingga mencapai kondisi maksimum. Peningkatan muka air laut kemudian dapat memengaruhi dinamika kawasan pesisir.

"Potensi banjir rob tersebut dipengaruhi fenomena fase perigee pada 10 Agustus 2026 dan fase bulan baru pada 13 Agustus 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut hingga mencapai kondisi maksimum," jelas Yandri.

Selain itu, BMKG juga mempertimbangkan sejumlah parameter dalam memantau potensi tersebut. Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang, kondisi laut dapat memengaruhi dinamika wilayah pesisir NTT.

Situasi tersebut pada akhirnya meningkatkan potensi terjadinya banjir pesisir atau rob selama periode yang telah diprediksi.

Baca Juga :
BMKG: El Nino 2026 Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Musim Kemarau Lebih Panjang
Mulai Senin 3 Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kalsel
El Nino Makin Kuat, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Indonesia Terkini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
GM PLN Silaturahmi ke DPRD Sulsel, Sampaikan Kesiapan Suplai Listrik
• 17 jam lalu
0
thumb
BGN Pecat 66 Kepala Dapur MBG: Tak Ada di Tempat 10 Hari Berturut-turut hingga Terlibat Judol
• 16 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Leo yang Membuatnya Mudah Meraih Prestasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Editorial MI: Jangan Berhenti di Amplop Raja Juli
• 4 jam lalu
0
thumb
Hari Kucing Sedunia: Ini 5 Tanda Kucing Merasa Nyaman dan Bahagia Bersamamu
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.