Kata 2 Pihak soal Konflik Yayasan Terkait Ratusan Senjata di Sekolah

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Teka-teki temuan ratusan senjata di salah satu sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan mulai terkuak. Ratusan senjata tersebut ternyata milik sebuah perusahaan importir airsoft gun.

Ratusan senjata itu ditemukan di dalam ruangan mantan kepala yayasan sekolah berinisial IWD. Barang-barang tersebut ditemukan saat pihak yayasan hendak melakukan bongkar muat barang.

Pihak eks kepala yayasan angkat bicara soal ratusan senjata tersebut adalah milik PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), berizin dan legal. Kubu eks kepala yayasan mengatakan senjata-senjata itu tadinya untuk rencana program ekstrakulikuler (ekskul).

Namun hal ini dibantah oleh pihak yayasan sekolah swasta tersebut. Belakangan terungkap adanya konflik kepengurusan yayasan di balik kejadian tersebut.

Polisi mengungkap soal penemuan 995 senjata airsoft gun di ruangan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Khusus satu pucuk senjata api yang ditemukan adalah milik pria inisial DS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, merinci 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan senapan angin, dengan rincian 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Khusus terkait kepemilikan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA adalah milik DS.

"Ini sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan. Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api ini, setelah didalami kepemilikan atas nama Saudara DS," kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8).

Baca juga: Sosok Pemilik Nyaris Seribu Senjata dalam Sekolah di Jaksel Terkuak

Ruangan mantan kepala yayasan ditemukannya senjata di sekolah swasta Jaksel. (Taufiq/detikcom)

Budi Hermanto mengatakan, khusus untuk kepemilikan sepucuk senjata api itu adalah milik pria inisial DS yang telah meninggal dunia di tahun 2020.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujarnya.

Sementara terkait 995 pucuk senjata angin ini disebut polisi milik perusahan importir (PT Lokta Karya Perbakin). Pihak kepolisian masih mendalami peruntukan impor ratusan senjata tersebut. Polisi juga mencari tahu alasan senjata itu disimpan dalam ruangan IWD, yang merupakan mantan ketua yayasan.

"Nah, tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan? Yang bersangkutan, Saudara IW, merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan sehingga mungkin melihat menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," jelasnya.

Budi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022, importir harus memberitahukan dokumen impor senjata juga penyimpanannya. Saat ini Direktorat Intelkam masih melakukan pendalaman.

"Bahwa yang pertama, senapan angin hasil temuan tersebut harus dilaporkan oleh pemiliknya mengenai tempat penyimpanan kepada pihak kepolisian. Jadi importir, para importir ini harus wajib memberitahukan dokumen impor, termasuk tempat penyimpanan," kata dia.

PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) juga telah buka suara terkait temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ratusan pucuk airsoft gun tersebut diklaim milik mereka dan berizin resmi.

"Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun," ujar Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, saat dihubungi detikcom, Jumat (7/8).

Alhadid, yang juga selaku kuasa dari mantan ketua yayasan berinisial IWD, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan. Ia juga telah memperlihatkan surat izin kepemilikan ratusan pucuk airsoft gun dengan nomor SI/5483-XII/2008 itu ke pihak kepolisian

Namun, keterangan dari kubu IWD ini dibantah oleh pihak yayasan dari kubu N. Berikut informasinya dirangkum detikcom, Sabtu (8/8/2026).

Baca juga: Pemilik Senpi di Sekolah Swasta Jaksel Direktur Perusahaan Impor Airsoft Gun




(mea/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gubernur Sulsel Minta Tambahan Sekolah Rakyat ke Gus Ipul, Siapkan 20 Hektare
• 20 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Meluas ke Perbatasan Lumajang | SAPA MALAM
• 14 jam lalu
0
thumb
Perbakin: Senpi di Sekolah Jaksel adalah Airsoft Legal untuk Ekskul Menembak
• 20 jam lalu
0
thumb
Oknum Polisi Penabrak Balita di Bone Ditahan Propam, Penyebab Kecelakaan Masih Didalami
• 21 jam lalu
0
thumb
TASPEN Salurkan Manfaat Pensiun Anwar Usman dan Santunan Ahli Waris Rachmat Gobel
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.