JAKARTA, KOMPAS.TV - Meditasi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat. Praktik ini diyakini dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, hingga membuat seseorang lebih fokus menghadapi berbagai tantangan.
Tak heran, semakin banyak orang mencari metode meditasi yang mudah dipraktikkan sehari-hari. Soul Reflection mengenalkan metode meditasi yang berfokus pada pengelolaan batin melalui pengamatan diri tanpa mengharuskan praktisi duduk diam atau menghentikan aktivitas.
Metode yang dikembangkan oleh Bunda Arsaningsih ini mengajak seseorang mengenali emosi, kecemasan, maupun luka batin sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Baca Juga: Bangunan yang Biasa untuk Meditasi di Kompleks Candi Borobudur Terbakar
"Salah satu kesalahpahaman yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa meditasi baru berhasil jika pikiran benar-benar kosong," kata Arsaningsih.
Dalam Soul Reflection, pikiran justru tidak dipaksa berhenti. Menurutnya, fungsi alami otak memang untuk berpikir sehingga wajar jika berbagai pikiran terus bermunculan.
Alih-alih menekan pikiran, metode ini mengajak seseorang mengamati setiap emosi, kenangan, maupun respons yang muncul. Dari proses tersebut, seseorang diharapkan mampu memahami akar masalah yang sedang dihadapi sekaligus menenangkan kondisi batinnya.
Keunikan lain dari Soul Reflection adalah fleksibilitasnya. Para pemula memang disarankan menyediakan waktu khusus agar lebih fokus mengenali kondisi batin.
Namun, teknik ini tidak mengharuskan posisi tubuh tertentu seperti duduk bersila. Bahkan, Soul Reflection diklaim dapat dilakukan di tengah aktivitas sehari-hari.
Saat muncul rasa marah, cemas, sedih, atau tertekan, seseorang diajak berhenti sejenak untuk mengamati gejolak tersebut sebelum memberikan respons. Pendekatan ini bertujuan membantu seseorang mengelola kondisi mental sedini mungkin sehingga emosi negatif tidak menumpuk.
"Soul Reflection dibangun atas keyakinan bahwa penyebab tekanan mental tidak selalu berasal dari situasi yang sedang terjadi, tetapi juga dapat dipengaruhi luka emosional atau pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan," ujar Arsaningsih
Oleh karena itu, praktik meditasi tidak hanya bertujuan menenangkan pikiran untuk sementara, tetapi juga membantu mengenali akar persoalan tersebut. Dalam prosesnya, metode ini menggabungkan pengamatan diri dengan pendekatan spiritual yang bersifat universal.
Pendekatan tersebut membuat Soul Reflection dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang agama maupun kepercayaan. Praktik Soul Reflection terdiri atas tiga tahapan utama.
Tahap pertama adalah identifikasi, yaitu mengamati emosi dan respons diri terhadap berbagai situasi yang memicu gejolak batin. Tahap berikutnya adalah pemurnian, yakni proses membersihkan batin dari emosi maupun rekaman pengalaman negatif sambil membangun hubungan spiritual dengan Tuhan.
Terakhir adalah top up tabungan kebaikan, yaitu mengisi kembali diri dengan energi positif melalui niat baik, kasih sayang, doa, pelayanan, dan berbagai bentuk kebajikan. Menurut Bunda Arsaningsih, pembersihan batin tidak cukup hanya dengan melepaskan beban emosional, tetapi juga perlu diimbangi dengan membangun energi positif agar kondisi mental tetap terjaga.
Bunda Arsaningsih menyebut waktu terbaik melakukan Soul Reflection adalah pada pagi hari, terutama sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 ketika suasana masih tenang. Meski demikian, teknik ini pada dasarnya dapat diterapkan kapan saja ketika seseorang mulai merasakan gejolak emosi atau tekanan mental.
Soul Reflection mulai dikembangkan oleh Bunda Arsaningsih sejak 2010. Pada 2024, Bunda Arsaningsih mencatatkan Rekor MURI sebagai penuntun meditasi atau renungan jiwa dengan peserta terbanyak yang diikuti 3.169 orang.
Baca Juga: Antusiasme Warga Tinggi, Biksu Thudong Akui Sulit Meditasi: tapi Berbagi Kasih Juga Kebahagiaan Kami
Kini, metode tersebut juga telah diperkenalkan melalui berbagai kegiatan di sejumlah negara, seperti Prancis, Italia, Belgia, Belanda, hingga Selandia Baru.
Dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan mental dan keseimbangan hidup masyarakat, Yayasan Cahaya Cinta Kasih kembali menghadirkan kegiatan Talkshow And Meditation "Soul Tata Hati" di Yogyakarta pada 10 Oktober 2026. Mengusung tema "Menata Batin, Mengurai Beban", acara ini akan menghadirkan Bunda Arsaningsih untuk berbagi inspirasi, refleksi, serta praktik meditasi yang membantu peserta menemukan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang belajar, berbagi, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai fondasi kehidupan yang lebih harmonis.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Meditasi
- Meditasi soul reflection
- soul reflection





Komentar (0)