Bank Pembangunan Daerah (BPD) dinilai membutuhkan infrastruktur digital yang semakin tangguh seiring meningkatnya peran sebagai penggerak ekonomi daerah. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan ekosistem Lintasarta Intelligent Core yang mengintegrasikan solusi 4C bagi industri perbankan daerah.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan setiap BPD memiliki tingkat kesiapan teknologi, talenta digital, hingga keamanan siber yang berbeda. Karena itu, dibutuhkan solusi yang mampu mengakomodasi kebutuhan masing-masing daerah secara efisien.
"Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapabilitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien," ujar Armand dikutip detikInet Jumat (7/8/2026).
Solusi 4C yang ditawarkan Lintasarta terdiri dari empat pilar utama, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Pada aspek Connectivity, Lintasarta menyediakan infrastruktur jaringan untuk memastikan operasional kantor cabang maupun layanan digital perbankan dapat berjalan tanpa gangguan.
Sementara pada pilar Cloud, perusahaan menghadirkan layanan komputasi awan berbasis pusat data lokal. Pendekatan ini disebut dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem sekaligus menjaga kedaulatan data sesuai regulasi di Indonesia.
Adapun pada aspek Cybersecurity, Lintasarta menghadirkan sistem keamanan siber berlapis untuk melindungi aset dan data nasabah. Langkah tersebut dinilai penting mengingat tingkat kesiapan Security Operations Center (SOC) di setiap BPD masih beragam.
Pilar terakhir, Collaboration-AI, dirancang untuk membantu BPD memanfaatkan kecerdasan buatan dalam menghadirkan layanan yang lebih personal sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Melalui solusi tersebut, Lintasarta berharap BPD dapat memperkuat kapabilitas digitalnya agar mampu bersaing sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
(akn/ega)






Komentar (0)