jpnn.com, BALI - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Simbar Segara, Pemogan, Denpasar, Bali, Jumat (7/8).
Program BTN KPR (Kawasan Pesisir Regrowth) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap abrasi, mendukung penyerapan karbon biru, sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.
BACA JUGA: BTN Wujudkan Mimpi Penyandang Disabilitas Miliki RumahÂ
Program tersebut juga sejalan dengan semangat Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai jangka panjang melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.
Bagi BTN sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan, keberlanjutan hunian tidak hanya ditentukan oleh bangunan, tetapi juga oleh kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.
BACA JUGA: SIG Bangkitkan Merek Legendaris Semen Kujang & Gandeng Persib
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan konservasi, tetapi merupakan bagian dari implementasi strategi keberlanjutan BTN dan komitmen Perseroan menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab.
“Bagi BTN, ini bukan hanya sekadar konservasi. Secara strategi besar, ini merupakan salah satu pilar penting dalam visi dan misi kami, yaitu menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan,” ujar Setiyo.
BACA JUGA: Semester I 2026, Laba Jamkrindo Melonjak 34 PersenÂ
Menurut Setiyo, komitmen tersebut juga tertuang dalam roadmap ESG BTN, yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam aktivitas Perseroan, termasuk dalam pengembangan bisnis.
“Dalam setiap ekspansi bisnis, salah satu aspek yang kami nilai adalah ESG, termasuk bagaimana pengelolaan lingkungannya. Kegiatan hari ini menjadi salah satu gambaran bagaimana ESG BTN diimplementasikan melalui aksi nyata, salah satunya penanaman mangrove,” katanya.
Program BTN KPR juga menggabungkan konservasi dengan pemberdayaan masyarakat melalui Nabung Mangrove, Investasi Kehati berupa pelepasliaran kepiting bakau, Batara Aksi melalui pelatihan ecoprint dan pengolahan produk turunan mangrove, serta Bale Corner untuk meningkatkan literasi keuangan dan digitalisasi transaksi menggunakan QRIS.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan UPTD Tahura Ngurah Rai Made Yudha Wibawa, yang mewakili Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, mengapresiasi kontribusi BTN dalam rehabilitasi kawasan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi BTN yang telah membantu program rehabilitasi sekaligus memberdayakan masyarakat. Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti hari ini, tetapi dapat berlanjut untuk membantu kelompok berkembang hingga semakin mandiri,” ujar Made.
Program di Bali melanjutkan komitmen BTN dalam rehabilitasi ekosistem pesisir. Sejak 2025 hingga 2026, Perseroan telah menanam 20.100 bibit mangrove di enam lokasi, yakni Paser, Makassar, Brebes, Pekalongan, Kepulauan Seribu, dan Bali.
Melalui kolaborasi bersama Danantara Indonesia, pemerintah, dan masyarakat, BTN terus mendorong agar pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem hunian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada





Komentar (0)