JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di Indonesia untuk periode 8–14 Agustus 2026.
Pada periode ini, hanya satu wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ) dengan cakupan awan lebih dari 75 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan awan badai lebih terbatas di sebagian besar wilayah Indonesia.
Meski demikian, sejumlah daerah masih perlu mewaspadai hujan lebat dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal, terutama di wilayah pesisir dan perairan.
Baca Juga: BMKG Prediksi 7 Kota Diguyur Hujan Jumat 7 Agustus 2026, Ini Daftarnya
Wilayah Berkategori FRQBMKG mencatat zona dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus tertinggi atau kategori FRQ (>75%) pada periode ini hanya terpusat di satu wilayah, yakni:
- Samudra Hindia barat Bengkulu
Wilayah tersebut menjadi satu-satunya area dengan cakupan spasial awan Cumulonimbus yang dominan.
Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di kawasan perairan tersebut, sehingga nelayan maupun pelaku transportasi laut diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Wilayah Kategori OCNL Masih TersebarMeski cakupan potensi awan Cumulonimbus menyusut dibanding beberapa periode sebelumnya, kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan awan 50–75 persen, masih terdeteksi di sejumlah wilayah daratan maupun perairan.
Sebagian besar berada di kawasan pesisir, laut lepas, serta Indonesia bagian barat dan timur.
Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan, Wilayah Ini Berpotensi Diguyur hingga 7-13 Agustus 2026
Rinciannya meliputi:
Wilayah daratan
- Sumatera: Aceh, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
- Papua: Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- potensi awan Cumulonimbus
- cuaca BMKG
- awan CB
- musim kemarau






Komentar (0)