Polres Toraja Utara Kunjungi TKP Hilangnya Stoner Usai Dikeroyok di Lampan 3,5 Tahun Lalu

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toraja Utara kembali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) hilangnya remaja bernama Stoner di kawasan Lampan, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (6/8/2026).

Peninjauan ulang dilakukan setelah kasus yang telah bergulir sejak Maret 2023 itu kembali menjadi perhatian publik. Polisi menyatakan langkah tersebut bertujuan mencocokkan hasil penyelidikan sebelumnya. Sekaligus membuka kemungkinan adanya fakta baru yang dapat membantu mengungkap keberadaan korban yang hingga kini belum ditemukan.

Sebelumnya diberitakan, Stoner hilang usai dikeroyok pada 3,5 tahun lalu. Dia melompat ke Sungai Sa’dan demi menghindari pengeroyokan. Namun, hingga kini sosoknya belum ditemukan.

Kasatreskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, mengatakan dia bersama Kanit Tipidum merupakan pejabat baru di lingkungan Satreskrim. Karena itu, pihaknya perlu meninjau kembali seluruh proses penyelidikan yang telah dilakukan.

“Jadi saya dan Kanit Tipidum ini kan orang baru, jadi kami semua anggota mau memastikan kembali dan mengecek apakah analisis sudah cocok atau seperti apa,” ujarnya.

Menurut Ruxon, fokus utama penyelidikan saat ini adalah menemukan keberadaan Stoner. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi atau bukti terkait kasus tersebut untuk segera melapor kepada kepolisian.

“Jadi jika masyarakat ada dugaan bukti atau laporan, silakan infokan ke kami,” katanya.

Ruxon juga mengimbau masyarakat, termasuk keluarga korban dan media, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Jadi saya harap teman media hingga masyarakat dan keluarga tetap menahan diri, jangan malah menjadi pemantik persoalan baru kembali,” tuturnya.

Kronologi Hilangnya Stoner

Berdasarkan keterangan keluarga, Stoner yang saat itu berusia 16 tahun diduga melompat ke Sungai Sa’dan di kawasan Jalan Tagari, Lampan, Kecamatan Tallunglipu, tepat di dekat Rumah Jabatan Bupati Toraja Utara saat itu.

Korban diduga melakukan aksi tersebut setelah dikejar dan dikeroyok oleh sekelompok pemuda. Rekan-rekannya disebut berhasil menyelamatkan diri, sementara Stoner memilih melompat ke sungai yang saat itu sedang meluap akibat tingginya curah hujan.

Keluarga juga menyebut, setelah korban berada di sungai, masih ada beberapa orang yang diduga melemparkan batu dan sekop ke arahnya.

Peristiwa itu disebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga dan disaksikan sejumlah orang di sekitar lokasi kejadian.

Seusai kejadian, tim SAR bersama warga melakukan pencarian selama beberapa hari. Namun hingga operasi pencarian dihentikan, Stoner tidak ditemukan dan keberadaannya masih menjadi misteri hingga saat ini. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DJP Tunda Pungutan Pajak Marketplace hingga November 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Beri Tenggat hingga 10 Agustus bagi SPPG Urus Sertifikat Higiene dan Sanitasi
• 6 jam lalu
0
thumb
BGN Rapikan Data Ganda Penerima MBG: Ada Pengurangan 6 Juta Orang
• 49 menit lalu
0
thumb
Rokok Kretek Filter Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di DIY setelah Beras
• 23 jam lalu
0
thumb
HUT ke-81 RI: Menimbang Keadilan 8.100 Kursi Istana Merdeka
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.