Thailand Obral Insentif Pajak Demi Gaet Pabrik Mobil Baru

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand kembali meluncurkan kebijakan untuk memperkuat industri otomotif nasional. Negeri Gajah Putih itu berencana memangkas tarif cukai bagi produsen mobil yang membangun fasilitas produksi di dalam negeri dan meningkatkan penggunaan komponen serta bahan baku lokal.

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan usulan tersebut ditargetkan diajukan kepada kabinet pada September mendatang. Namun, ia belum mengungkapkan besaran insentif yang akan diberikan.


Baca: Detik-Detik Maut Siswa 14 Tahun Tembak Sekolah, Anak-Anak Berlarian



"Pastinya, kebijakan baru ini akan memberikan pengurangan pajak secara langsung," tegasnya kepada wartawan, dikutip Reuters, Jumat (7/8/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menarik investasi baru di sektor otomotif sekaligus memperkuat rantai pasok industri domestik melalui peningkatan penggunaan komponen lokal. Dalam sebuah seminar, Ekniti juga mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi potensial lebih dari 3% dalam empat tahun ke depan.

Baca: Ada Apa India, Pemerintah Tiba-Tiba "Sale" Besar-besaran BUMN?



Thailand pun ingin meningkatkan nilai investasi hingga mencapai 30% dari produk domestik bruto (PDB) dalam periode yang sama. Selain mendorong investasi industri, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk mempercepat transformasi ekonomi.

Salah satunya adalah pemberian dukungan finansial sebesar 50.000 baht (sekitar Rp25 juta/asumsi kurs Rp500 per baht) per rumah tangga, disertai fasilitas pinjaman untuk pemasangan panel surya atap (rooftop solar). Pemerintah bahkan berencana mengalokasikan separuh dari dana pinjaman senilai 400 miliar baht (sekitar Rp200 triliun) untuk mendukung transisi menuju energi bersih," tambah laporan itu.

Di sektor otomotif, Thailand juga tengah menggarap program kendaraan listrik (EV) senilai US$700 juta (sekitar Rp11,6 triliun/asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS). Program tersebut ditujukan untuk mengganti hingga 80.000 kendaraan dengan kendaraan listrik.

"Pemerintah memiliki target ambisius menjadikan Thailand sebagai negara berpendapatan tinggi dalam 12 tahun ke depan," ujar Ekniti.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan Thailand telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,5%, lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,4%. Meski demikian, laju tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Baca: Orang-Orang Kaya China Kini Kalang-Kabut, Hubungi Pengacara-Jual Aset


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Purbaya Optimistis Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh Hingga 6%

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Serba-serbi Satelit Lampung-1 Berbasis AI, Ini Fungsi dan Manfaatnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Antisipasi Karhutla, Bhabinkamtibmas Polres Magetan Digembleng BPBD Kuasai Teknik Penanganan Kebakaran
• 7 jam lalu
0
thumb
Dari Kelompok Rentan hingga Dunia Usaha, Kolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Layanan Publik Terintegrasi
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta BRIN Uji Penggunaan BBM Campur Etanol Hingga 100%
• 16 jam lalu
0
thumb
Sesak saat Naik Tangga Bisa Jadi Pertanda Masalah Jantung, Begini Kata Dokter
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.