Sesak saat Naik Tangga Bisa Jadi Pertanda Masalah Jantung, Begini Kata Dokter

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Sesak napas ketika menaiki tangga kerap dianggap sebagai hal biasa, terutama setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Keluhan tersebut juga sering dikaitkan dengan kurang olahraga atau faktor usia. Namun, jika sesak muncul berulang, disertai mudah lelah, jantung berdebar, nyeri dada, hingga pembengkakan pada kaki, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Dokter mengingatkan bahwa sejumlah keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada katup jantung. Masalah ini bisa berkembang secara perlahan sehingga seseorang terkadang tidak menyadari bahwa fungsi jantungnya mulai mengalami penurunan.

Baca Juga :
Mengenal LVAD, Alat Bantu Jantung Terkecil yang Buka Peluang Baru Pengobatan Gagal Jantung
Cukup 1 Sendok Sebelum Tidur, Minyak ini Justru Menjadi Pembersih Kolesterol dan Jaga Jantung

Mengenal Gangguan Katup Jantung

Jantung manusia memiliki empat katup utama, yakni katup mitral, aorta, trikuspid, dan pulmonal. Keempatnya berfungsi menjaga agar darah bergerak melalui ruang-ruang jantung dan pembuluh darah dalam arah yang semestinya.

Gangguan terjadi ketika katup mengalami penyempitan atau tidak dapat menutup secara sempurna. Pada kondisi tersebut, aliran darah menjadi tidak optimal dan jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Secara umum, gangguan katup jantung terbagi menjadi beberapa jenis. Stenosis terjadi ketika katup mengalami penyempitan sehingga tidak dapat membuka dengan maksimal. Sementara itu, regurgitasi merupakan kondisi ketika katup bocor karena tidak mampu menutup rapat.

Selain kedua kondisi tersebut, terdapat pula kelainan katup bawaan yang sudah terjadi sejak seseorang dilahirkan.
Jika berlangsung dalam jangka panjang tanpa penanganan yang sesuai, gangguan katup dapat menyebabkan perubahan struktur jantung. Ruang jantung dapat membesar, irama jantung terganggu, aliran darah menjadi tidak lancar, bahkan meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah. Dalam kondisi yang lebih lanjut, kemampuan jantung untuk memompa darah juga dapat menurun.

“Penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, bisa terjadi pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa. Karena gejalanya muncul perlahan, pemeriksaan penting untuk menilai kerusakan dan menentukan penanganan yang tepat untuk pasien,” jelas dr. Vera Citra Setiawan Hoei, BMedSci., Sp.B.T.K.V., Subsp.JD(K), Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular.

Baca Juga :
Breaking News! Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Bukan Cuma Lari, Ini 7 Olahraga Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung Pria
Kenali Gejala Kebocoran Katup Jantung hingga Teknologi Terbaru yang Jadi Alternatif Operasi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lowongan Kerja BSI Staff Program 2026 Resmi Dibuka, Fresh Graduate Bisa Daftar
• 18 jam lalu
0
thumb
Ini 5 Alasan Kabin Wuling Aira ev Terasa Lebih Praktis
• 20 jam lalu
0
thumb
Luhut Kenang Indonesia Digugat WTO saat Larang Ekspor Nikel, Kini Investor Antre Masuk
• 4 jam lalu
0
thumb
Polisi Dalami Sengketa Yayasan usai Temukan 995 Airsoft Gun dan Senjata Api di Sekolah Jakarta Selatan
• 11 jam lalu
0
thumb
IHSG Jumat dibuka menguat 8,67 poin ke posisi 6.352
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.