Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berkomitmen untuk terus menjalin Kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab, hal itu sangat dibutuhkan dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas internet nasional.
"APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan," kata Ketua Umum APJII Muhammad Arif melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Arif saat menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-30 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Perayaan HUT dirangkaikan bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII dan Internet Days 2026 yang mengusung tema Koneksi Baik untuk Negeri.
Arif menyatakan, internet telah berkembang menjadi infrastruktur strategis yang menentukan daya saing bangsa. Karena itu, pembangunan konektivitas tidak lagi hanya untuk menghadirkan jaringan, tetapi lebih jauh lagi, untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses internet yang cepat, berkualitas, dan terjangkau.
“Ke depan, tantangan kita bukan lagi soal perluasan akses. Ke depan, tantangan kita adalah menghadirkan konektivitas yang berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia," ungkap Arif.
Baca Juga :
Pemerataan Internet Tidak Bergantung pada Pembangunan BTSAPJII juga akan terus mendorong terwujudnya layanan internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps yang semakin terjangkau bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis, salah satunya pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX) sebagai titik interkoneksi nasional yang memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri sehingga lebih efisien, cepat, dan andal.
Hasil Survei APJII mencatat peningkatan penetrasi internet Indonesia tiga tahun terakhir. Pada 2024, penetrasi internet mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa. Angka tersebut terus meningkat hingga pada 2026 mencapai 81,72 persen, setara dengan sekitar 235 juta pengguna internet di seluruh Indonesia.
Arif menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi digital nasional.
"Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat," sebut Arif.
APJII menggelar Rakernas sekaligur perayaan HUT ke-30 di Jakarta International Convention Center. Foto: Istimewa.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail mengapresiasi kontribusi APJII atas kontribusinya dalam pembangunan internet di Indonesia. Menurut Ismail, kualitas koneksi internet selama ini telah menjadi prasyarat dalam banyak aktivitas masyarakat. Tanpa koneksi memadai, publik tak akan mengenal konten, kreativitas, hingga AI.
"Jadi ini adalah prasyarat yang dibangun oleh teman-teman [APJII]. Dan kalau begitu saja pemerintah enggak bisa apresiasi, keterlaluan," kata Ismail.
Pada kesempatan itu, Ismail juga menyampaikan, pemerintah berharap APJII bisa membantu agar Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal konektivitas. Menurut Ismail, pemerintah tak ingin Indonesia hanya menjadi pasar bagi perusahaan-perusahaan global.
Selain itu, Ismail berharap agar para layanan provider di bawah APJII bisa ikut mengawasi penggunaan internet. Pemerintah ingin agar internet berkualitas dalam pemanfaatannya.
Ismail mengaku khawatir, konten di internet dipenuhi oleh unsur negatif sehingga memengaruhi generasi masa depan. Sebab, penetrasi konten negatif di internet berujung pada perusakan budaya.
"Ini satu hal yang sangat berat. Enggak bisa ditangani pemerintah sendiri. Hanya bisa kalau bersatu-padu di antara elemen-elemen urusan digital ini," kata Ismail.





Komentar (0)