Apple resmi meluncurkan Apple Upgrade, program yang memungkinkan konsumen di Amerika Serikat menggunakan iPhone melalui skema sewa (leasing) dengan pembayaran bulanan. Program ini menawarkan biaya yang lebih rendah dibandingkan membeli perangkat secara langsung, tetapi pengguna tidak otomatis menjadi pemilik iPhone.
Untuk tahap awal, Apple Upgrade hanya tersedia di Amerika Serikat. Konsumen harus menggunakan operator yang memenuhi syarat, yakni AT&T, T-Mobile, atau Verizon, serta lolos persetujuan kredit dari Klarna.
Program ini menawarkan masa sewa selama 12 bulan atau 24 bulan. Setelah kontrak berakhir, pengguna dapat mengembalikan perangkat, melakukan upgrade ke model terbaru dengan kontrak baru, atau membeli iPhone tersebut dengan membayar biaya tambahan.
Untuk iPhone 17 Pro varian 256 GB, harga jual dibanderol mulai US$1.099 atau sekitar Rp19,8 juta.
Melalui Apple Upgrade, biaya sewanya mulai US$31,99 per bulan untuk kontrak 24 bulan atau US$45,99 per bulanuntuk kontrak 12 bulan.
Jika memilih kontrak 24 bulan, total biaya yang dikeluarkan mencapai US$767,76, atau sekitar US$331,24 lebih rendah dibandingkan membeli perangkat secara langsung. Sementara kontrak 12 bulan membutuhkan pembayaran sekitar US$551,88.
Namun, setelah masa sewa berakhir, perangkat harus dikembalikan apabila pengguna tidak mengambil opsi pembelian.
Biaya Sewa Seluruh Model iPhonePerbandingan biaya Apple Upgrade dengan harga beli langsung adalah sebagai berikut:
Model
Harga Beli
Sewa 24 Bulan
Total Sewa 24 Bulan
Selisih
iPhone 17 Pro
US$1.099
US$31,99/bulan
US$767,76
US$331,24
iPhone Air
US$999
US$28,99/bulan
US$695,76
US$303,24
iPhone 17
US$799
US$22,99/bulan
US$551,76
US$247,24
iPhone 17e
US$599
US$17,99/bulan
US$431,76
US$167,24
Sementara itu, total biaya sewa untuk kontrak 12 bulan masing-masing mencapai US$551,88 untuk iPhone 17 Pro, US$503,88 untuk iPhone Air, US$395,88 untuk iPhone 17, dan US$299,88 untuk iPhone 17e.
Lebih Murah, tetapi Bukan Berarti Lebih HematSecara nominal, biaya yang dikeluarkan melalui Apple Upgrade memang lebih rendah dibandingkan membeli iPhone secara langsung.
Namun, skema tersebut tidak dapat disamakan dengan penghematan karena status kepemilikan perangkat berbeda. Pada pembelian langsung, konsumen menjadi pemilik iPhone sehingga perangkat masih memiliki nilai jual kembali atau dapat ditukar tambah (trade-in) di kemudian hari.
Sebaliknya, melalui Apple Upgrade, pengguna hanya membayar hak penggunaan perangkat selama masa kontrak. Jika tidak memilih opsi pembelian, iPhone wajib dikembalikan kepada Apple setelah kontrak berakhir.
Apple juga menyatakan perangkat harus dikembalikan dalam kondisi sesuai ketentuan kontrak. Kerusakan tertentu dapat dikenakan biaya tambahan.
Dengan demikian, Apple Upgrade lebih sesuai bagi pengguna yang rutin mengganti iPhone setiap satu hingga dua tahun. Sebaliknya, membeli secara langsung tetap menjadi pilihan yang lebih menguntungkan bagi konsumen yang ingin menggunakan perangkat dalam jangka panjang atau menjualnya kembali di kemudian hari.






Komentar (0)