Jakarta: Pemerintah Arab Saudi secara resmi menawarkan porsi kepemilikan saham pengawasan Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Penawaran strategis ini mengemuka di tengah koordinasi intensif antara Indonesia dan Arab Saudi terkait berbagai proyek investasi, termasuk pembangunan Kampung Haji di Mekah dan Madinah.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan kabar tersebut usai melaporkan hasil kunjungan kerjanya dari Arab Saudi kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta. Rosan menjelaskan bahwa tawaran ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Arab Saudi terhadap potensi kerja sama investasi dengan Indonesia.
"Menteri Investasi Arab Saudi mengundang saya bertemu, sekalian berbincang juga dengan Penasehat Raja mengenai beberapa kerja sama di bidang bandara di Madinah. Salah satunya, Danantara ditawarkan untuk mempunyai porsi kepemilikan di sana," ujar Rosan dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat 7 Agustus 2026.
Baca Juga :
Temui Presiden Prabowo, Rosan Lapor Progres Kampung Haji hingga Penguatan BUMNMeski demikian, Rosan menekankan bahwa peluang investasi pada bandara tersebut masih dalam tahap penjajakan awal. Sebagai langkah tindak lanjut, tim Danantara dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Mada Group, perusahaan yang saat ini memegang konsesi Bandara Madinah, untuk membahas detail teknis dan skema kerja sama.
Selain pembahasan mengenai bandara, kunjungan Rosan ke Arab Saudi juga bertujuan untuk mematangkan proyek pembangunan Kampung Haji di Mekah dan Madinah. Rosan melaporkan bahwa proyek ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
"Terkait perencanaan dan pembangunan di Mekah, kami sudah memproses pemilihan arsitek dan ilustrasinya akan seperti apa. Hal ini terus kami update kepada Bapak Presiden," katanya.





Komentar (0)