Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api & Narkoba di Sekolah, DPR Minta Diusut Tuntas

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra merasa prihatin dengan ditemukannya 995 senjata api (senpi) dan narkoba di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Kami menyayangkan di sekolah tempat mendidik generasi bangsa ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba," kata dia kepada awak media, Jumat (7/8).

BACA JUGA: Kata Perbakin soal Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel

Pihak sekolah swasta pada Jumat (10/7) kemarin, menemukan 995 pucuk senjata api, amunisi, dan beberapa aksesori alat lain.

Selanjutnya pada Rabu (5/8) lalu, pihak sekolah kembali menemukan beberapa senjata, narkoba jenis ganja, sabu-sabu, dan VCD porno.

BACA JUGA: Siapa Pemilik 995 Senjata Api, Narkoba, VCD Porno di Sekolah Jaksel? Lihat Itu

Ratusan senpi tersebut terdiri dari berbagai jenis, antara lain kaliber 5.56, kaliber 40 dan 9 mm, Walther, kaliber 22, hingga karabin M4. Ditemukan pula alat pembuat peluru, magazine jenis Glock, dan 30 amunisi.

Pihak sekolah sendiri telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait temuan senjaga api dan narkoba di sebuah ruangan saran pengajaran itu.

BACA JUGA: 995 Pucuk Senjata Hingga VCD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta, Begini Kronologinya

Soedeson meminta kepolisian mengusut tuntas jaringan di balik temuan 995 senjata api (senpi) dan narkoba.

"Kami minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat," lanjut dia.

Tandra menilai penemuan ratusan senjata di ibu kota negara menjadi alarm keras bagi aparat keamanan untuk menjaga stabilitas negara.

"Dari mana asal-usul senjata itu dan akan dipergunakan untuk apa harus dicari tahu. Termasuk temuan narkoba yang sangat mengancam generasi muda," ungkap dia.

Ketua DPD Golkar Papua Tengah itu mendesak polisi tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga membongkar jaringan terstruktur di balik temuan senjata serta narkoba di sekolah.

Tandra menduga ada jaringan kejahatan yang sengaja memanfaatkan lingkungan institusi pendidikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat kejahatan.

"Ini penting agar kita bisa mengantisipasi rencana kejahatan yang membahayakan keamanan negara," ucapnya. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Kejagung Temukan Bukti Baru TPPU


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
CBRE Buka Suara Soal Progres Terbaru Rights Issue, Pastikan Aksi Korporasi Tetap Berjalan
• 18 jam lalu
0
thumb
RSA UGM Hentikan Praktik Perawat Cibir Pasien BPJS, Usul Sanksi Berat
• 5 jam lalu
0
thumb
Herdman Sebut Singapura akan Hadapi Indonesia yang Terluka dan Sangat Lapar
• 23 jam lalu
0
thumb
Edit Foto Mantan Jadi Konten Bokep dengan AI, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
• 15 jam lalu
0
thumb
BSSN Mencatat 5,16 Miliar Anomali Trafik Internet pada 2025, Perbankan Diminta Perkuat Keamanan Siber
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.