Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur meminta SMAN Taruna Madani Jaitim tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan kepemimpinan, kedisiplinan, serta iman dan akhlak peserta didik.
Hal itu ditekankan Aries saat melantik Iva Evry Robiyansah sebagai Kepala SMAN Taruna Madani Jatim, menggantikan Imron Rosidi yang telah mengakhiri masa jabatannya periode 2023-2026, pada Kamis (6/8/2026).
Aries mengatakan, pergantian kepala sekolah bukan sekadar perubahan kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat arah pengembangan sekolah ketarunaan tersebut.
“SMAN Taruna Madani Jatim memiliki kekhasan dan tanggung jawab besar. Sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kebangsaan, serta kekuatan iman dan akhlak para murid,” ucapnya.
Menurut Aries, sekolah ketarunaan harus mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, ia menekankan agar prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan iman dan akhlak.
Dalam kesempatan itu, Aries juga menyampaikan lima prioritas yang perlu diperkuat di bawah kepemimpinan baru.
Pertama, peningkatan prestasi akademik. Ia meminta sekolah untuk memperkuat pembinaan literasi, numerasi, sains, teknologi, bahasa asing, dan riset.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, akademi TNI dan Polri, sekolah kedinasan, maupun lembaga pendidikan unggulan lainnya.
Kedua, penguatan pendidikan kepemimpinan. Aries meminta peserta didik mendapat ruang yang cukup untuk belajar memimpin, berorganisasi, berkomunikasi, mengambil keputusan, sekaligus melayani sesama.
Ketiga, penguatan iman dan akhlak. Menurutna, pendidikan akademik, ketarunaan, dan keagamaan harus berjalan secara terintegrasi. Kemudian, nilai agama menurutnya juga harus terlihat dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Keempat, penerapan kedisiplinan yang humanis. Aries menegaskan tidak boleh ada kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang dapat merusak fisik dan mental peserta didik, terutama di lingkungan sekolah berasrama.
“Sekolah berasrama harus menjadi tempat yang aman, nyaman, sehat, dan membahagiakan. Murid harus merasa dilindungi, dibimbing, dan dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri,” tegasnya.
Kelima, penguatan kolaborasi. Aries meminta seluruh unsur sekolah terlibat dalam pengembangan SMAN Taruna Madani Jatim, mulai kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengasuh, pamong, pelatih, komite sekolah, orang tua, alumni, pondok pesantren, TNI Angkatan Laut, hingga berbagai mitra sekolah.
Ia juga mengapresiasi dedikasi Imron Rosidi selama memimpin SMAN Taruna Madani Jatim. Ia berharap berbagai capaian dan fondasi yang telah dibangun dapat dilanjutkan dan disempurnakan oleh kepala sekolah yang baru.
Kepada para taruna dan taruni, Aries berpesan agar memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya. Ia meminta peserta didik belajar sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama, serta terus berusaha meraih prestasi.
Aries menegaskan, pendidikan di SMAN Taruna Madani Jatim bukan semata untuk memperoleh ijazah. Para taruna dan taruni dipersiapkan menjadi calon pemimpin masa depan yang cerdas, rendah hati, tegas, santun, berani mengambil keputusan, bertanggung jawab, serta memiliki keimanan dan akhlak mulia.
“Prestasi adalah keunggulannya, kepemimpinan adalah karakternya, sedangkan iman dan akhlak adalah fondasi kehidupannya,” tuturnya.
Sementara itu, Iva Evry Robiyansah Kepala SMAN Taruna Madani Jatim mengatakan, ia akan membawa sekolah menjadi lebih kolaboratif, dengan memperkuat karakter, religiusitas, kepemimpinan, sekaligus kemampuan adaptasi digital para taruna dan taruni.
Iva menyebut tantangan utama yang dihadapi adalah menyinergikan tiga pilar pendidikan yang menjadi ciri khas SMAN Taruna Madani Jatim, yakni pembinaan TNI Angkatan Laut, kurikulum sekolah, dan pendidikan pesantren.
“Sinergi ketiganya harus dilakukan secara komprehensif agar lahir taruna dan taruni yang religius, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan digital, serta memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Saat ini, SMAN Taruna Madani Jawa Timur memiliki 343 peserta didik. Ke depan, Iva menargetkan sekolah semakin terbuka dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung terwujudnya lulusan yang religius, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan.(ris/iss)





Komentar (0)