BYD Mulai Pakai Ban dan Kaca Buatan Lokal

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Tangerang Selatan, VIVA – BYD mulai memperluas penggunaan komponen buatan dalam negeri untuk kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memenuhi target pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, sejumlah komponen lokal sudah digunakan pada mobil yang diproduksi di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah ban dan kaca yang dipasok oleh industri nasional.

Baca Juga :
Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2
Terpopuler: Mobil Listrik Makin Murah, Impresi Suzuki XL7 Hybrid, hingga Perang Harga Kendaraan

Head of Marketing, PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan penggunaan komponen lokal tidak berhenti di situ. Perusahaan juga telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok dalam negeri untuk menyediakan komponen tier-1 maupun tier-2.

"Pada saat ini kami sebenarnya telah bekerja sama dengan beberapa produsen komponen lokal untuk mendukung tier-1 dan tier-2, sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian kandungan lokal BYD," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 7 Agustus 2026.

Saat ditanya contoh komponen yang sudah digunakan, ia menyebut beberapa di antaranya adalah ban dan kaca. Meski begitu, Luther belum merinci daftar komponen lainnya karena berada di ranah tim manufaktur.

Menurutnya, pengembangan ekosistem industri pendukung menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD di Indonesia. Namun, perluasan penggunaan komponen lokal sangat bergantung pada peningkatan volume produksi kendaraan.

"Fokus kami saat ini meningkatkan volume manufaktur dan mengoptimalkan kapasitas produksi. Saat volumenya sudah memungkinkan, kami akan memperluas investasi dengan menghadirkan industri-industri pendukung," katanya.

BYD sendiri telah mengoperasikan fasilitas produksi di Subang dengan empat proses manufaktur utama, yakni stamping, welding, painting, dan assembly. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi fondasi untuk meningkatkan tingkat lokalisasi komponen secara bertahap.

Sejalan dengan itu, kandungan lokal kendaraan BYD saat ini disebut telah melampaui 40 persen. Angka tersebut menjadi pijakan awal untuk memenuhi ketentuan pemerintah yang menargetkan TKDN kendaraan listrik mencapai 60 persen.

Luther memastikan perusahaan telah menyiapkan langkah menuju target tersebut. Tidak hanya untuk model yang saat ini dipasarkan, tetapi juga produk-produk baru yang akan hadir di Indonesia.

Baca Juga :
Mengenal Teknologi PHEV, Solusi Buat yang Belum Siap Beralih ke Mobil Listrik Penuh
Sistem Digital Mulai Dipakai untuk Cek Kualitas Karoseri
Marka Jalan Buruk Jadi Tantangan Besar Teknologi ADAS di Indonesia

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sambut HUT RI, Khofifah Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Ojol dan Buruh
• 10 jam lalu
0
thumb
Purbaya Kerahkan LPDP Riset Pemulihan Ekosistem Laut Terdampak Tumpahan Minyak Montara
• 1 jam lalu
0
thumb
Dua Wajah Indonesia dalam Satu Bingkai
• 5 jam lalu
0
thumb
Raja Felipe VI Akan Mengunjungi Ceuta untuk Tinjau Dampak Krisis Migrasi
• 4 jam lalu
0
thumb
Ekonomi Tumbuh 5,29 % Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Great Institute: Permintaan Domestik Jadi Penyangga Utama
• 19 menit lalu
0
Berhasil disimpan.