Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan mata uang Garuda.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.970 per Dolar AS
Berdasarkan data perdagangan Jumat 7 Juli 2026, mata uang dolar AS menguat 0,14 persen atau bertambah 24,5 poin ke level Rp17.923,2 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) juga bergerak naik tipis 0,01 persen ke posisi 99,830.
Pelemahan rupiah juga tercermin terhadap sejumlah mata uang utama dan regional. Mata uang Won Korea Selatan menguat 0,37 persen ke level 12,6293, diikuti yen Jepang yang naik 0,15 persen ke posisi 113,20.
Mata uang Dolar Singapura turut menguat 0,14 persen menjadi 13.971,51, sedangkan baht Thailand naik 0,11 persen ke level 541,225.
Yuan Tiongkok juga menguat 0,08 persen ke posisi 2.655,84. Sementara itu mata uang ringgit Malaysia bertambah tipis 0,03 persen menjadi 4.379,92.
Di kawasan Eropa, mata uang euro cenderung bergerak stabil di level 20.665,0 tanpa perubahan berarti dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga emas dunia juga mencatatkan kenaikan. Logam mulia dengan acuan XAU/USD menguat 0,44 persen ke level 4.259,16, mencerminkan masih tingginya minat investor terhadap aset safe haven di tengah dinamika pasar keuangan global.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan nilai tukar serta sentimen di pasar keuangan dalam beberapa waktu ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)






Komentar (0)