JAKARTA, KOMPAS.TV - Untung Sangaji, saksi penemu ratusan senjata termasuk senjata api di salah satu ruangan yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menceritakan kronologi penemuan tersebut.
Untung menjelaskan, penemuan ratusan pucuk senjata itu berawal saat dirinya berniat membuka salah satu ruangan di tempat tersebut pada 10 dan 11 Juli 2026.
Saat ruangan tersebut dibuka, ia menemukan hampir seribu pucuk senjata berbagai jenis, termasuk magasin.
“Namun tiba-tiba ketika kita membuka kepentingan untuk sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata air gun yang bisa membunuh karena larasnya tuh polos, tidak ada alur. Jadi tidak bisa kita selidiki kalau untuk membunuh orang,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Ratusan Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Yayasan Desak Polisi Usut Tuntas
“Kemudian ada shotgun. Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12-70,” tambahnya.
Selanjutnya, pada Rabu (5/8/2026) malam, ia kembali berniat membuka dua ruangan lain untuk keperluan guru sekolah.
Mengingat pada pembukaan ruangan sebelumnya ia menemukan sejumlah senjata, dalam pembukaan para hari Rabu tersebut, ia meminta pendampingan dari polisi.
“Lalu setelah kita membuka dan menggeledah untuk kita rapikan, eh ada laras senjata tajam kaliber 5,56. Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 milimeter,” jelas Untung.
“Ada magasin jenis Glock, ada tiga, 30 amunisi kalau diisi. Kemudian ada Walter, ada juga yang dua-dua. Kemudian ada M4 punya magasin lengkap situ dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang,” bebernya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Antara
- penemuan senjata api
- senjata api di sekolah
- senjata api
- airsoft gun
- penemuan senjata di sekolah
- senjata di sekolah






Komentar (0)