Awi Suryadi Beberkan Respon Sutradara Thailand Usai Tonton Film Perumahan Laddaland Versi Indonesia

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sutradara Awi Suryadi mengungkapkan bahwa film Perumahan Laddaland mendapat sambutan positif dari sineas Thailand, Sophon Sakdaphisit, yang merupakan sutradara film Ladda Land (2011).

Awi menjelaskan, sejak awal Sophon memberikan keleluasaan penuh kepada tim produksi Indonesia untuk mengadaptasi cerita agar lebih sesuai dengan budaya dan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Menurutnya, proses penggarapan film tidak dibayangi tuntutan untuk mempertahankan seluruh elemen dari versi asli.

“Nggak. Saya justru nunjukin dia hasil akhirnya, karena dia tahu lah perbedaan waktunya sangat jauh kan. Jadi dia memang dari awal membebaskan kita untuk adaptasi sesuai culture kita, sesuai waktu sekarang,” kata Awi Suryadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (6/8/2026).

Awi menuturkan bahwa kebebasan tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi tim kreatif dalam menyesuaikan cerita dengan latar sosial dan budaya Indonesia. Dengan begitu, adaptasi yang dihadirkan tidak sekadar menyalin cerita asli, tetapi juga menghadirkan nuansa yang lebih relevan bagi penonton lokal.

Setelah film rampung dan diperlihatkan kepada Sophon, respons yang diterima pun di luar dugaan. Awi mengaku lega karena sang sutradara memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil adaptasi tersebut.

“Suka banget dia justru,” ungkap Awi.

Perumahan Laddaland merupakan adaptasi resmi Indonesia dari film horor Thailand Ladda Land yang pertama kali dirilis pada 2011. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi oleh MD Pictures dengan sejumlah penyesuaian pada cerita serta pendekatan budaya agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Film tersebut mengisahkan Tomy, yang diperankan Andri Mashadi, bersama istrinya Melisa (Titi Kamal) dan kedua anak mereka yang memutuskan pindah ke sebuah kawasan perumahan mewah demi mengejar kehidupan yang lebih baik. Harapan untuk memulai lembaran baru perlahan berubah menjadi teror ketika berbagai kejadian mistis mulai menghantui lingkungan tempat tinggal mereka.

Seiring berjalannya waktu, keluarga itu dihadapkan pada berbagai gangguan supranatural dan rahasia kelam yang tersimpan di kawasan perumahan tersebut. Situasi tersebut tidak hanya menguji keberanian mereka, tetapi juga keharmonisan hubungan dalam keluarga.

Menggabungkan unsur horor psikologis dengan drama keluarga, Perumahan Laddaland dijadwalkan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensesneg Bantah Ada Surpres Pergantian Kapolri: Tidak Ada
• 17 jam lalu
0
thumb
Pemerintah siapkan OMC percepat pemadaman karhutla di Gunung Bromo
• 23 jam lalu
0
thumb
Ingin Usir Warga Gaza, Israel Justru Ditinggal Kabur Seperempat Juta Warganya
• 13 jam lalu
0
thumb
Sofyano Zakaria Soroti HGBT, Pemerintah Diminta Seleksi Ketat Penerima Harga Gas Khusus
• 21 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah, Harga Produk Impor di Ritel Naik hingga 10 Persen
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.