JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menyoroti belum mampunya Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia meski memiliki jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa.
Prabowo bahkan membandingkan Indonesia dengan Cape Verde yang berpenduduk jauh lebih sedikit, namun mampu tampil di ajang sepak bola dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu dengan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Kamis, 6 Agustus 2026.
BACA JUGA:Menhut Raja Juli Paparkan Strategi Pembiayaan Taman Nasional kepada Pemimpin Redaksi
Prabowo mengaku prihatin karena Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia masih belum mampu menembus kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut.
"Kadang-kadang fakta itu tidak enak. Kita negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, hampir 300 juta, 287 juta, tetapi saya sangat sedih, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," kata Prabowo.
Ia kemudian menyinggung Cape Verde sebagai contoh negara dengan populasi jauh lebih kecil, namun berhasil mencapai prestasi yang belum mampu diraih Indonesia.
"Masa negara kecil seperti Cape Verde masuk. Saya enggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang, lebih banyak Sumedang mungkin," ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo Kenang Pesan BJ Habibie: 1 Persen Orang Pintar Indonesia Hampir 3 Juta Orang
Menurut Prabowo, kondisi tersebut tidak seharusnya disikapi dengan saling menyalahkan atau mencari kambing hitam.
Sebaliknya, Indonesia perlu melakukan introspeksi dan mempelajari faktor-faktor yang membuat negara lain mampu berprestasi di level internasional.
"Kita harus introspeksi, kita harus lihat. Tidak gunanya kita mengeluh. Jangan mencari kambing hitam. Sekarang belajar bagaimana, kenapa kok bisa negara itu masuk," jelasnya.
Prabowo menegaskan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sistem pembinaan pemain usia dini, kualitas pelatih, hingga pengembangan pendidikan olahraga.
Menurutnya, perbaikan di sektor tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia dan mewujudkan target lolos ke Piala Dunia pada masa mendatang.
BACA JUGA:Bandingkan Data PISA Tiap Negara, Prabowo: Kemampuan Baca Indonesia Masih di Bawah Singapura
- 1
- 2
- »






Komentar (0)