HARIAN.FAJAR.CO.ID, SIDRAP- Desa Sipodeceng tengah berupaya memutus rantai penularan wabah Demam Tifoid yang menyerang masyarakatnya, terutama anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) yang rentan tertular akibat kebiasaan jajan sembarangan dan kurangnya praktik mencuci tangan. Fenomena ini memicu inisiatif dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin untuk melaksanakan program unggulan bernama GEMAS (Gerakan Mencuci Tangan Sehat) sebagai langkah preventif utama.
Amelyanur Khadijah, mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin yang menjadi pelaksana KKN di Desa Sipodeceng, menjelaskan bahwa program GEMAS dirancang untuk mengedukasi siswa kelas 4 SD Negeri 2 dan 6 Passeno secara interaktif agar mampu memahami dan menerapkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan benar.
“Anak-anak sangat rentan terhadap penularan bakteri, namun mereka juga agen perubahan yang sangat cepat belajar. Oleh karena itu, edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) 6 langkah standar WHO kami kemas dengan metode interaktif bernyanyi dan praktik langsung. Tujuannya agar lebih mudah diingat, mampu melatih keterampilan motorik mereka, dan akhirnya membentuk kebiasaan yang melekat di kehidupan sehari-hari,” jelas Amelyanur.
Program ini diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan dasar siswa terkait pentingnya mencuci tangan dan bahaya Demam Tifoid. Selanjutnya, para siswa mengikuti sesi edukasi dengan nyanyian edukatif dan praktik langsung 6 langkah cuci tangan yang benar. Kegiatan dilengkapi dengan sesi permainan, kuis, serta pemberian apresiasi untuk memotivasi siswa.
“Untuk memastikan tujuan program tercapai, efektivitas dari intervensi ini diukur secara objektif melalui pengisian post-test di penghujung kegiatan. Selisih nilai dari hasil pre-test dan post-test tersebut akan menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan peningkatan pemahaman para siswa secara signifikan,” beber Amelyanur saat ditemui di lokasi kegiatan.
Kegiatan GEMAS mendapat sambutan antusias dari pihak sekolah maupun siswa. Dengan terbentuknya kesadaran dan kebiasaan CTPS yang baik, diharapkan penyebaran bakteri Salmonella typhi dapat ditekan sehingga angka kejadian Demam Tifoid menurun secara signifikan di Desa Sipodeceng.
Lebih lanjut, keberhasilan program ini menjadi contoh pentingnya peran aktif komunitas dan pendidikan kesehatan dalam mencegah penyakit menular yang berdampak luas pada kesehatan masyarakat. (*)






Komentar (0)