Kronologi Penemuan Ratusan Senpi di Sekolah, Bermula dari Pembukaan Ruangan Kosong

disway.id
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pihak sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membeberkan kronologi awal ditemukannya ratusan senjata api, narkoba, hingga VCD porno di salah satu ruangan sekolah. 

Staf Ahli Ketua Pembina Sekolah kawasan Pondok Pinang, Untung, menjelaskan penemuan tersebut terjadi saat pihak sekolah hendak menyiapkan ruangan untuk kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA:Prabowo Terpukau Ratusan Inovasi BRIN, Giant Sea Wall hingga Teknologi Nuklir Jadi Magnet Perhatian

"Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Namun tiba-tiba ketika kita membuka kepentingan untuk sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata," katanya kepada wartawan di Polres Jaksel, Kamis, 6 Agustus 2026.

Melihat itu, ia bersama pihak sekolah lainya kembali berencana membuka ruangan lain untuk kegiatan sekolah. 

Namun, kali ini pihak sekolah meminta pendampingan langsung dari aparat kepolisian pada rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Baznas dan Kemenag Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Atasi Data Ganda Penerima Maupun Pembayar Zakat

"Lalu kemudian berkembang dari situ tadi malam, setelah tanggal 10 yang lalu, tadi malam saya ingin juga menggunakan dua ruangan untuk kepentingan guru dan lain-lain. 

“Tiba-tiba di ruangan itu, setelah kita konfirmasi dengan Kasat, mengirim pesan memohon agar saya minta didampingi, karena ada ruangan yang saya buka kemarin ada senjata, kali ini tolong dampingi saya. Bahkan beliau kirim orang," jelasnya.

Benar saja, dalam proses saat membuka ruangan tersebut, petugas bersama pihak sekolah menemukan kembali berbagai jenis senjata api berkaliber tinggi, amunisi, alat pembuat peluru, hingga narkoba dan kaset VCD.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 6 Agustus 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi-Kriminal

"Lalu setelah kita membuka dan menggeledah untuk kita rapikan, ada laras senjata tajam kaliber 5.56. Kemudian ada senjata genggam kaliber 40 dan 9 mili. Ada magazine jenis Glock, ada tiga, 30 amunisi kalau diisi. Kemudian ada Walther, ada juga yang 22, kemudian ada M4 punya magazine lengkap di situ, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang," terangnya

Untung menyayangkan keberadaan barang-barang berbahaya tersebut di lingkungan pendidikan yang aktif.

"Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini?. Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ, juga, ada narkoba kita temukan. Ada di situ dengan VCD kurang lebihnya 25 kaset yang berbeda. Ini kok ada di situ? Lalu kemudian saya laporan, tambah tim datang untuk mereka lihat," ungkapnya.

Tak hanya itu, di area sekolah tersebut juga ditemukan keberadaan ruangan khusus menyerupai bunker yang diduga digunakan untuk jalur akses keluar masuk barang berbahaya secara tersembunyi.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kamboja rilis peringatan perjalanan laut saat hadapi dampak 3 siklon
• 5 jam lalu
0
thumb
Isi Pesan Terakhir Tersangka Mutilasi di Depok, Sempat Minta Maaf ke Bos
• 3 jam lalu
0
thumb
Klaim sebagai Korban Richard Lee, Saksi Pihak Doktif Mengaku Tak Kenal Pihak Pelapor
• 20 jam lalu
0
thumb
Menkop Letakkan Batu Pertama Kopdes Merah Putih di Yahukimo
• 11 jam lalu
0
thumb
Pengadilan Negeri Fakfak Hadirkan Akses Keadilan bagi Masyarakat Papua Barat | MA NEWS
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.