Liputan6.com, Jakarta - Tak ada yang menyangka pesan singkat itu menjadi percakapan terakhir Saepul alias SA (26) dengan bosnya. Sehari kemudian dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Kini, pria itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51).
Dalam pesan WhatsApp yang dikirim Rabu (22/7/2026) pukul 08.09 WIB, SA berpamitan tidak masuk kerja dengan alasan akan menghadiri wawancara kerja.
Advertisement
“Assalamualaikum mas, aku hari ini enggak masuk dulu ya mas. Aku ada panggilan interview,” tulis SA kepada atasannya dilihat, Jumat (7/8/2026).
Atasannya membalas dengan mengingatkan agar jadwal masuk maupun libur tidak dilakukan secara mendadak karena dapat mengganggu operasional usaha.
"Mase isi sebenarnya gimana yak. Maksud aku kan ini jadwal acak adul, semisal mas mau off off sekalian, jangan kita diinjek (kapan mau datang ya datang, libur ya libur)," jawab pemilik UMKM.
Meski tidak masuk kerja, sekitar pukul 12.03 WIB sang atasan masih sempat memberi instruksi agar gerobak jualan dibersihkan total keesokan harinya.
Dia juga meminta SA membeli sabun cuci piring dan spons, mengambil air di musala, lalu membersihkan gerobak setelah selesai berjualan. Instruksi itu dijawab SA dengan singkat. "Ok mas siap," tulis SA
Tak lama berselang, SA kembali mengirim pesan kepada atasannya. "Siap mas mulai besok aku berusaha enggak buat miss,” jawab SA.
Namun keesokan harinya, Kamis (23/7/2026) pukul 10.12 WIB, SA justru mengirim pesan pengunduran diri.
Dalam pesannya, dia menyampaikan permohonan maaf dan mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan bekerja sekitar satu bulan.
"Assalamu’alaikum mas. Aku minta maaf sebelumnya. Aku mengundurkan diri dari kerjaan ini, aku berterima kasih banget sama mas sudah mau terima aku buat satu bulan ini,” tulisnya.
SA juga menyatakan akan melunasi sisa utangnya secara tunai saat datang mengambil tumbler miliknya di lapak.
Semenit kemudian, dia kembali mengirim pesan permohonan maaf apabila selama bekerja belum memenuhi harapan atasannya.
"Aku amat sangat berterima kasih sama mas. Sudah dikasih kesempatan. Mohon maaf kalau selama kerja aku enggak sesuai apa yang mas harapkan, dan aku minta maaf kalau ada sikap, ucapan atau kelakuan yang tidak mengenakkan," ujar dia.





Komentar (0)